Data di Indonesia Belum Terintegrasi, Butuh Platform Penyelaras

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 17:35 WIB
Data di Indonesia Belum Terintegrasi, Butuh Platform Penyelaras

Synchro sebagai platform penyelaras data memberikan solusi aman dan terukur mengatasi masalah konsolidasi, distribusi dan intergrasi data. (Foto: Synchro)

JAKARTA, iNews.id - Sistem data di Indonesia belum terintegrasi secara penuh sehingga menyulitkan lembaga, perusahaan dan pemerintah dalam membuka data penting secara akurat. Padahal, teknologi Internet of Thing (IoT) sudah berkembang dan sanggup mengatasi persoalan itu dengan sistem keamanan terenkripsi.

Synchro sebagai platform penyelaras data (data synchronization platform) hadir memberikan solusi aman dan terukur mengatasi masalah konsolidasi, distribusi dan intergrasi data. Synchro dirancang untuk memindahkan data apapun ke berbagai taget dengan aman, simpel dan terukur dalam koneksi internet yang stabil.

"Kami membangun Synchro untuk mengonsolidasikan, mendistribusikan dan mengitegrasikan data yang tersebar di berbagai macam platform dengan jaringan internet secara aman dan cepat, serta dapat bekerja baik di jaringan internet kurang stabil," ujar Direktur Utama PT National Data Integrator (pemilik data Synchro), Sidarta Gemilang di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

"Apabila ada kebutuhan untuk mengkonsolidasikan data dari berbagai sumber yang tersebar dan sistemnya berbeda, Synchro tidak perlu ada perubahan atau mengganti sistem yang sudah ada," katanya.

Dia menerangkan platform Synchro dirancang untuk digunakan pada teknologi hybrid cloud (third party, public and private cloud, on premise). Synchro dapat mengantarkan data dari berbagai macam bentuk platform dan gadget untuk dikirimkan ke tujuan manapun yang diinginkan, seperti pusat-pusat penyimpanan serta penganalisaan data, termasuk untuk disimpan di cloud atau on-premise.

Saat ini, banyak perusahaan dan lembaga pemerintah yang menggunakan platform Synchro, seperti Kementerian Pariwisata, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Badan Pajak DKI Jakarta dan lainnya.

"Market kami adalah government, kita perlu kerja sama dengan pemerintah terkait dengan roadmap yang mereka canangkan. Kemudian BUMN, telekomunikasi dan enterprise. Di mana kami memberikan solusi di era industri 4.0," ujar Sidarta.


Editor : Dani Dahwilani