Ilmuwan Pecahkan Misteri Terbesar Materi Gelap

Dini Listiyani ยท Minggu, 09 Desember 2018 - 06:01 WIB
Ilmuwan Pecahkan Misteri Terbesar Materi Gelap

Ilmuwan Pecahkan Misteri Terbesar Materi Gelap (Foto: Science Photo Libra)

CALIFORNIA, iNews.id - Antariksa memiliki banyak misteri yang belum terpecahkan. Namun, ilmuwan di Oxford menemukan fakta baru tentang alam semesta ini.

Para ilmuwan telah lama percaya, alam semesta meluas tapi pada akhirnya melambat. Saat teleskop Hubble datang dan mulai digunakan untuk melihat luar angkasa ditemukan sesuatu yang aneh.

Alam semesta tidak melambat melainkan meluas dengan laju yang cepat. Kejadian ini tidak masuk akal dan astrofisikawan tidak bisa menjelaskannya.

Mereka bekerja keras dengan beberapa teori yang bersaing tapi sebagian besar telah menetapkan 95 persen dari alam semesta terdiri dari materi dan energi gelap, dua fenomena yang tidak bisa dilihat tapi para ilmuwan simpulkan ada karena efeknya pada sesuatu yang tidak terlihat.

Materi dan energi gelap telah dianggap sebagai fenomena terpisah. Tapi, Jamie Farnes, astrofisikawan di Universitas Oxford percaya baik materi dan energi gelap mungkin ada bersama sebagai dark fluid dari massa negatif, sebagaimana dikutip Cnet, Minggu (9/12/2018).

Cairan itu kemudian akan memiliki gravitasi negatif, bukan menarik benda ke arah mereka. Tapi, malah mendorong mereka. Ini konsep yang tidak biasa, tapi bukan sesuatu yang baru.

Teori Farnes, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Astronomy and Astrophysics hadir untuk menjelaskan beberapa sifat aneh alam semesta. Satu, galaksi berputar begitu cepat sehingga mereka harus merobek diri mereka sendiri.

Tapi, tampaknya dark matter halo mencegah kehancuran seperti itu. Teori baru menunjukkan, massa negatif cairan gelap bisa menyebabkan halos ini terbentuk.

Masalah negatif menimbulkan masalah karena menunjukkan energi gelap akan menjadi kurang padat dari waktu ke waktu. Dan pengamatan menujukkan ini tidak terjadi, energi gelap tetap relatif konstan.

Dark fluid hanya sebuah teori, berdasarkan pada simulasi komputer dan matematika. Farnes sendiri memperingatkan itu bisa saja salah dan para ilmuwna berhak curiga.

"Di hadapannya, ia muncul dengan beberapa fitur (dari alam semesta kita) tapi pertanyaannya sekarang: Bisakah itu menjelaskan pengamatan lain yang kita miliki tentang alam semesta?" kata Profesor astrofisika di Universitas Sydney Geraint Lewis.


Editor : Dini Listiyani