Implan Memori Bisa Digunakan untuk Mencuri Ingatan Manusia

Dini Listiyani ยท Rabu, 07 November 2018 - 14:01 WIB
Implan Memori Bisa Digunakan untuk Mencuri Ingatan Manusia

Implan Memori Bisa Digunakan untuk Mencuri Ingatan Manusia (Foto: Pixabay)

JAKARTA, iNews.id - Para pelaku kejahatan siber di masa depan bisa saja mengeksploitasi implan memori untuk mencuri, memata-matai, mengubah, atau mengendalikan ingatan manusia. Kemungkinan tersebut tertulis dalam laporan peneliti.

Berdasarkan laporan terbaru para peneliti dari Kaspersky Lab dan University of Oxford Fuctional Neurosurgery Group, di masa depan para pelaku kejahatan siber mungkin bisa mengeksploitasi implan memori untuk aksi yang tidak baik.

Ancaman radikal tersebut mungkin baru akan muncul beberapa dekade kemudian. Namun, teknologinya sekarang sudah hadir dalam bentuk perangkat simulasi otak mendalam.

Para ilmuwan kini sedang mempelajari bagaimana memori diciptakan dalam otak dan bisa menjadi target, tempat penyimpanan, serta ditingkatkan menggunakan perangkat yang ditanam. Namun, kerentanan justru ada dalam software dan hardware yang terhubung.

Dalam mengeksplorasi kerentanan perangkat yang ditanam dan digunakan dalam simulasi otak dalam, para peneliti menggabungkan analisis praktis dan teoritis. Dikenal sebagai Implantable Pulse Generators (IPG) atau neurostimulator, perangkat ini mengirim impuls listrik ke target spesifik di otak untuk pengobatan seperti gangguan penyakit Parkinson,
tremor esensial, depresi berat, dan gangguan kelainan obsesif-kompulsif.

Impalan generasi terbaru dilengkapi dengan manajemen softwere untuk dokter dan pasien yang dipasang pada tablet atau smartphone kelas komersial. Koneksi yang dihubungkan antara mereka berdasarkan pada protokol Bluetooth standar.

Para peneliti menemukan sejumlah skenario yang ada dan berpotensi dapat dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber, termasuk Infrastruktur Koneksi yang Tidak Terlindungi - Para peneliti menemukan kerentanan serius dan beberapa kesalahan konfigurasi dalam platform manajemen online.

Platform tersebut cukup populer di kalangan tim bedah dan dapat menyebabkan pelaku kejahatan siber menyerang data sensitif dan prosedur perawatan. Ketidakamanan antara implan, software, pemrograman, dan seluruh jaringan terkait bisa menimbulkan gangguan berbahaya baik pada pasien atau bahkan seluruh kelompok implan yang terhubung ke infrastruktur yang sama.

Manipulasi dapat menyebabkan perubahan pengaturan yang menyebabkan rasa sakit, kelumpuhan, atau pencurian data pribadi, dan rahasia. Para peneliti memperkirakan selama beberapa dekade mendatang akan ada lebih banyak neurostimulator canggih dengan ingat.

Neurostimulator ini juga akan mempercepat pengembangan dan penggunaan teknologi serta menciptakan peluang baru bagi para pelaku kejahatan siber. Selama lima tahun, para ilmuwan berharap bisa merekam sinyal otak secara elektronik dalam membangun dan meningkatkan ingatan atau bahkan menulis ulang sebelum mengembalikannya ke otak.

Satu dekade dari sekarang akan muncul implan peningkatan memori secara komersial pertama di pasar dan 20 tahun mendatang teknologi cukup mumpuni untuk memiliki kontrol besar atas ingatan.

Ancaman baru yang dihasilkan dari segala kemungkinan ini bisa mencakup manipulasi massal kelompok melalui ingatan yang ditanam atau penghapusan memori mengenai peristiwa atau konflik politik. Sementara ancaman siber repurposed bisa dijadikan target sebagai peluang baru untuk cyberpostageage atau pencurian, penghapusan, serta penguncian memori.

"Kerentanan perlu diperhatikan karena teknologi saat ini akan menjadi landasan untuk apa yang ada di masa depan. Meskipun belum ada serangan yang menargetkan neurostimulator yang telah diamati di lingkungan, namun titik kelemahan itu nyata adanya bahkan tidak sulit untuk dieksploitasi," kata Junior Security Researcher Tim
Riset dan Analisis Global, Kaspersky Lab Dmitry Galov dalam keterangannya kepada iNews.id, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, para profesional di bidang kesehatan, industri keamanan siber, dan produsen perlu menyatu untuk membantu mengamati dan mengurangi semua potensi kerentanan, baik yang dilihat saat ini atau masa depan.


Editor : Dini Listiyani