Instagram Akhiri Eksperimen Aplikasi Direct Mandiri

Dini Listiyani ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 15:11 WIB
Instagram Akhiri Eksperimen Aplikasi Direct Mandiri

Facebook memutuskan untuk mematikan Direct. (Foto: Theverge)

MENLO PARK, iNews.id - Facebook memutuskan untuk mematikan Direct, aplikasi perpesanan pertama yang digunakan untuk mengirim pesan langsung Instagram. Layanan membuat pengumuman saat penutupan fitur.

"Di bulan mendatang kami tidak akan lagi mendukung aplikasi Direct. Percakapan Anda akan secara otomatis beralih ke Instagram, jadi Anda tidak perlu melakukan apa pun," kata pesan di aplikasi yang pertama kali dilihat oleh komentator media sosial Matt Navarra, Jumat (17/5/2019).

Pertama kali diluncurkan pada Desember 2017, Direct merupakan upaya nyata dari Instagram untuk memanfaatkan fungsionalitas inti Snapchat. Aplikasi diluncurkan langsung ke kamera, lengkap dengan banyak filter bergaya Snapchat.

Tapi, Anda juga bisa men-swipe layar dari atas ke bawah untuk mengetik pesan ke kontak Instagram. Direct adalah fitur kedua yang dipinjam Instagram dari Snapchat.

Sebelumnya, Instagram juga meluncurkan fitur Stories pada 2016. Sejak itu, fitur tumbuh menjadi bagian utama dari platform-nya.

Instagram belum secara eksplisit mengatakan alasan mengakhiri eksperimennya dengan Direct. Aplikasi ini awalnya diluncurkan di enam negara (Chili, Israel, Italia, Portugal, Turki, dan Uruguay), tapi tampaknya tidak pernah diluncurkan secara global.

Seorang juru bicara Instagram menyatakan perusahaan menguji kembali aplikasi Direct mandiri dan fokus menjadikan Instagram Direct tempat terbaik untuk percakapan yang menyenangkan dengan teman.

Semua fitur dari aplikasi Direct saat ini tersedia di Instagram. Tech Crunch melaporkan Instagram akan terus bekerja pada Direct, tapi fitur tak lagi tinggal terpisah.

Saat Direct pertama kali diluncurkan, banyak yang berspekulasi hal itu bisa menuju pada penghapusan pesan langsung dari aplikasi inti Instagram. Namun hingga saat ini, Direct masih tetap ada di Instagram meskipun masih absen dari versi website.


Editor : Tuty Ocktaviany