Operator Seluler di Indonesia Antisipasi Kenaikan Trafik saat Pemilu

Dini Listiyani ยท Selasa, 16 April 2019 - 16:33 WIB
Operator Seluler di Indonesia Antisipasi Kenaikan Trafik saat Pemilu

Operator seluler di Indonesia antisipasi kenaikan trafik saat Pemilu (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Demi memperlancar Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2019, Smartfren melakukan optimasi jaringan di semua area yang dilayaninya. Mengingat, pada saat event tersebut diprediksi akan terjadi kenaikan trafik.

Saat Pemilu, diprediksi trafik akan naik karena banyak penyumbang suara beraktivitas di media sosial, entah itu untuk membagikan kemeriahan Pemilu atau kegiatan lainnya.

"Pemilu 2019 ini merupakan sebuah ajang besar dengan skala nasional, kami sendiri memprediksi akan terjadi kenaikan traffic data antara 5 persen- 10 persen. Di mana yang akan menjadi penyumbang kenaikan tersebut adalah kegiatan di media sosial, streaming di beberapa channel media karena ada quick count atau perhitungan cepat," kata VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo.

Kendati demikian, Smartfren menyatakan siap untuk menghadirkan konektivitas jaringan yang prima selama proses berlangsung. Caranya, dengan melakukan optimasi jaringan khususnya di daerah pemukiman serta lokasi tempat pemungutan suara (TPS).

Tak hanya Smartfren, kesiapan jaringan juga dilakukan Indosat Ooredoo di seluruh wilayah Indonesia. Indosat Ooredoo ini memonitor jaringan lebih intensif secara nasional.

"Untuk menjaga performansi jaringan, kami akan melakukan monitoring jaringan lebih intensif secara nasional melalui iNOC dan ISOC, sehingga setiap potensi gangguan trafik telekomunikasi bisa segara diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat," kata Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk dalam keterangannya kepada iNews.id, Rabu (16/4/2019).

Sama seperti Smartfren, Indosat Ooredoo juga memperkirakan adanya kenaikan trafik telekomunikasi selama Pemilu, di mana layanan suara dan SMS relatif tidak mengalami kenaikan, tapi data akan naik sebesar 5-7 persen.


Editor : Dini Listiyani