Pacu Pemulihan Telekomunikasi di Sulteng, Rudiantara Keluarkan Kepmen

Dini Listiyani ยท Jumat, 05 Oktober 2018 - 19:49 WIB
Pacu Pemulihan Telekomunikasi di Sulteng, Rudiantara Keluarkan Kepmen

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Foto: iNews.id/Dini Listiyani)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengeluarkan Keputusan Menteri untuk membantu proses infrastruktur dan layanan telekomunikasi pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Apa detail isinya?

Menkominfo Rudiantara telah menunjuk Dirjen SDPPI untuk menjadi penanggung jawab percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan sektor Kominfo pascagempa dan tsunami di Sulteng dan wilayah terdampak melalui Surat Keputusan Menteri No.773 Tahun 2018.

"Dalam kondisi darurat ini, Kominfo mengeluarkan kebijakan. Saya sudah mengeluarkan kebijakan Keputusan Menteri mulai hari ini," kata Menkominfo Rudiantara di Gedung Kominfo, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Dalam Keputusan Menteri No.773 Tahun 2018 ditetapkan tiga poin penting. Poin pertama, kemudahan pemberian izin frekuensi sementara, sehingga tidak perlu ke KPID, KIP, atau menteri.

"Kalau ada yang mau mendirikan radio untuk kebencanaan yang sifatnya komersial, alokasinya diberikan oleh Dirjen dan eksekusinya diberikan kepada Balmon setempat," ujarnya.

Izin diberikan untuk setahun. Pasalnya, sifatnya hanya untuk sementara.

Poin kedua, Kominfo memperbolehkan operator melakukan roaming. Mengingat, banyak BTS yang mati dan jumlah infrastruktur yang tidak berfungsi antara operator satu dan lainnya berbeda.

"Kami perbolehkan kalau ada yang mau roaming. Kalau kami perbolehkan, kami persilakan operatornya memanfaatkan, kami tidak memaksa," ujarnya.

Menkominfo menegaskan, operator yang ingin melakukan roaming harus business to business (B2B).

Poin ketiga ialah sim card ready to use. Sebab, belum tentu outlet di wilayah tersebut telah beroperasi. "Nanti diperbolehkan sementara dan berjangka SIM card yang bisa dipakai," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Chief RA ini menyerahkan kepada operator mekanisme untuk penyaluran kepada pelanggannya.

"Terserah operator gimana mekanisme kepada pelanggan. Tapi, semua harus dimudahkan karena kondisinya emergency," ujarnya.

Editor : Tuty Ocktaviany