Penjelasan Twitter soal Akun yang Dibatasi

Dini Listiyani ยท Senin, 30 Desember 2019 - 17:21:00 WIB
Penjelasan Twitter soal Akun yang Dibatasi
Ilustrasi aplikasi Twitter (Foto: Pixabay/ Free-Photos)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah akun dibatasi oleh Twitter dalam beberapa hari belakangan ini. Uniknya, sejumlah akun media di Twitter juga terkena pembatasan tersebut.

Akun dibatasi berbeda dengan ditangguhkan. Akun yang dibatasi masih dalam melihat-lihat Twitter namun dengan status ini pemiliki akun hanya dapat mengirim Direct Message ke follower-nya.

Saat dibatasi, pemilik akun tidak dapat melakukan tindakan seperti nge-tweet, retweet, dan menyukai. Pengikut akun hanya dapat melihat tweet yang lalu saja.

Merujuk pada halaman bantuan Twitter, akun yang dibatasi atau dikunci sebenarnya untuk keamanan pengguna. Pasalnya, Twitter telah mendeteksi perilaku mencurigakan atau disalahgunakan.

Untuk menyelesaikan masalah pembatasan, pemilik akun perlu melakukan beberapa tindakan. Tindakan tersebut antara lain mencakup memverifikasi alamat e-mail, menambahkan nomor ponsel ke akun, atau menghapus Tweet yang melanggar peraturan.

"Kalau sebuah akun terdeteksi melakukan spammy behavior, tim Twitter akan minta verifikasi via nomor HP yang dicantumkan juga. Nah, yang perlu dilakukan oleh pemilik akun, hanya memverifikasi akun tersebut benar miliknya dan bukan fake akun. Kalau sudah bisa verifikasi, biasanya akun akan kembali normal," kata juru bicara Twitter lewat pesan kepada iNews.id, Senin (30/12/2019).

Namun, Twitter akan mengalami kesulitan untuk membuka status dibatasi bila pemilik akun tidak melakukan verifikasi yang diminta. Twitter mengatakan sistem untuk spam behaviors saat ini cukup strict. Jadi, aktivitas yang tidak biasa akan di-flag kemudian diulasan oleh tim Twitter.

Jika Anda merasa pembatasan akun adalah sebuah kesalahan, Twitter menyarankan untuk mengajukan keberatan langsung lewat aplikasi Twitter untuk iOS atau Android, dan melalui halaman formulir kami. Pemilik akun hanya perlu mengajukan keberatan sekali saja baik melalui aplikasi maupun formulir dukungan Twitter.

Editor : Dini Listiyani