PewDiePie Minta Penggemar Hentikan Seruan untuk Subscribe Dirinya

Dini Listiyani ยท Selasa, 30 April 2019 - 09:10 WIB
PewDiePie Minta Penggemar Hentikan Seruan untuk Subscribe Dirinya

PewDiePie minta penggemar hentikan seruan untuk subscribe dirinya (Foto: YouTube)

SAN FRANCISCO, iNews.id - PewDiePie alias Felix Kjellberg telah meninggalkan komentar mengenai efek meme 'subscribe PewDiePie' yang telah beredar selama berbulan-bulan. Dia meminta viewernya untuk menghentikan meme itu.

Dalam sebuah video yang diunggah belum lama ini, PewDiePie meminta para penggemarnya untuk berhenti menggunakan slogan 'Subscribe to PewDiePie.' Pernyataannya berkaca dari peristiwa penembakan Christchurch, di mana seorang penembak meneriakkan slogan sebelum menembaki umat muslim yang sedang beribadah.

"Saya pikir sudah waktunya untuk mengakhiri gerakan 'subscribe to PewDiePie' atau meme. Jelas bagi saya gerakan 'subscribe to PewDiePie' seharusnya sudah berakhir saat ini," kata PewDiePie dalam sebuah video yang dikutip Kotaku, Selasa (29/4/2019).

Meme dimulai awal tahun ini sebagai cara untuk menjaga channel PewDiePie memiliki subscriber terbanyak saat YouTuber populer lainnya, T-Series mulai menyalipnya. PewDiePie mengatkan, gerakan itu dimulai secara positif.

Video-nya menunjukkan, cuplikan pembuat YouTube yang membuat video dan orang-orang membeli billboards, bermain musik, mengadakan parade, dan melakukan rutinitas pemandu sorak untuk mendukung salurannya.

Dia awalnya merasa tergerak oleh gerakan ini. Tapi sekarang dia percaya slogan itu terlalu erat terkait dengan tindakan kekerasan dan kebencian yang mengerikan.

PewDiePie percaya gerakan dan meme hanya akan bertahan selama beberapa hari atau mungkin seminggu. Tapi dia terkejut dengan jumlah dukungan yang diterima selama beberapa bulan terakhir.

Namun, saat meme terus berlanjut, itu menyebabkan beberapa tindakan menghebohkan. PewDiePie menyebutkan contoh dari awal ini saat sebuah monumen WW2 dirusak dengan grafiti yang menyebutkan meme.

PewDiePie menyatakan dalam video yang dia yakini saat Anda memiliki audiens lebih dari 90 juta orang. Dia berharap insiden grafiti ini akan menjadi akhir dari tindakan yang lebih penuh kebencian ini yang terinspirasi oleh meme-nya.

"Saya tidak ingin tindakan kebencian mengalahkan semua hal menakjubkan yang dilakukan orang, semua hal-hal keren dan positif ini," ujarnya.

Pada 15 Maret, seorang pemuda menembak dan membunuh 50 orang dan melukai 50 lainnya di masjid Christchurch, Selandia Baru. Penembak itu melakukan stream dirinya di Facebook dan terdengar berteriak 'Subscribe to PewDiePie' sebelum memulai menembaki orang-orang.


Editor : Dini Listiyani