Qualcomm Dipaksa Melisensikan Patennya ke Pembuat Chip Lain

Dini Listiyani ยท Rabu, 07 November 2018 - 18:01 WIB
Qualcomm Dipaksa Melisensikan Patennya ke Pembuat Chip Lain

Qualcomm Dipaksa Melisensikan Patennya ke Pembuat Chip Lain (Foto: Cnet)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Qualcomm mengalami kerugian dalam salah satu pertempuran hukum. Pengadilan federal memutuskan Qualcomm harus melisensikan paten modem untuk bersaing dengan pembuat chip.

Putusan yang mengharuskan Qualcomm melisensi paten modem berangkat dari gugatan Federal Trade Commission (FTC) yang diajukan menjelang awal 2017. Inti gugatan, mempertanyakan apakah Qualcomm menggunakan praktik anti-kompetisi untuk mempertahankan monopoli atas modem smartphone.

Namun, pengadilan mempertajam satu pertanyaan: apakah Qualcomm harus memberikan lisensi hak paten standar kepada pesaing? Dalam kasus ini, pengadilan memutuskan hal tersebut.

Qualcomm setuju dengan dua kebijakan terpisah yang mengatakan akan menawarkan paten terpilih secara non-diskriminatif. Paten tersebut sangat penting untuk wireless standard.

Menurut pengadilan yang dikutip dari The Verge, Rabu (7/11/2018), jika Qualcomm diizinkan untuk menjaga hak paten standarnya sendiri, perusahaan bisa mencapai monopoli di pasar chip modem dan membatasi implementasi yang bersaing dari komponen-komponen tersebut.

Dengan keputusan yang baru dikeluarkan pengadilan artinya, Qualcomm harus memberikan lisensi yang diperlukan untuk membangun modem smartphone untuk perusahaan pesaing seperti Intel. Hingga saat ini, Qualcomm hanya menawarkan lisensi tersebut kepada perusahaan yang memproduksi smartphone secara langsung.

Oleh karena itu, perusahaan seperti Intel harus bekerja di sekitar paten Qualcomm untuk menjual modemnya sendiri. Dan, produsen seperti Apple atau Samsung sebagian besar harus mengandalkan chip Qualcomm.

Mungkin keputusan tersebut tidak menyenangkan bagi Qualcomm, tapi baik untuk industri lainnya. Jika peraturan berlaku, banyak perusahaan bisa membangun modem atau menjadi lebih kompetitif dari sekarang.


Editor : Dini Listiyani