Studi Sebut Google Play Store Dipenuhi Ribuan Aplikasi Palsu

Dini Listiyani ยท Selasa, 25 Juni 2019 - 14:30 WIB
Studi Sebut Google Play Store Dipenuhi Ribuan Aplikasi Palsu

Studi sebut Google Play Store dipenuhi ribuan aplikasi palsu (Foto: The Next Web)

MOUNTAIN VIEW, iNews.id - Android kembangan Google tengah menghadapi pertempuran sengit melawan aplikasi malware. Bahkan, dalam laporan terbaru masih ditemukan ribuan aplikasi berbahaya berada di Play Store.

Menurut penelitian terbaru, Google Play Store penuh dengan ribuan aplikasi dan game palsu yang ditiru malware. Studi dua tahun, yang dilakukan oleh peneliti dari University of Sydney dan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Data61 menganalisis lebih dari satu juta aplikasi Android di platform.

Mereka menemukan aplikasi dan game samaran dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Ada 2.040 pemalsuan potensial yang mengandung malware dalam satu 49.608 aplikasi, yang menunjukkan kemiripan tinggi dengan salah satu dari 10 ribu aplikasi populer teratas di Play Store.

"Kami juga menemukan 1.565 pemalsuan potensial yang meminta setidaknya lima izin berbahaya tambahan dari aplikasi sah dan 1.407 pemalsuan potensial memiliki setidaknya lima perpustakaan iklan pihak ketiga tambahan," kata studi yang dikutip dari The Next Web, Selasa (25/6/2019).

Menurut laporan, game Temple Run, Free Flow, dan Hill Climb Racing adalah yang paling sering dipalsukan. Untuk melakukan penelitian, para peneliti merancang convolutional neural net guna mengidentifikasi kesamaan dalam ikon aplikasi. Pengguna yang tidak curiga bisa tertipu untuk mengunduh aplikasi palsu yang memiliki ikon serupa.

Setelah menemukan sejuta aplikasi dengan crawling Play Store, mereka mengunduh file APK dan mengelompokkannya berdasarkan kategori aplikasi serta kesamaan visual yang dibagikan aplikasi. Mereka juga memperhitungkan deskripsi teks menjiplak 10.000 aplikasi terpopuler di Play Store.

Model machine learning multi-modal embedding menemukan 49.608 potensi palsu. Aplikasi yang diidentifikasi kemudian diperiksa menggunakan private API dari VirusTotal, alat analisis malware online yang diakuisisi Google pada 2012.

Di sisi lain, paper juga memperhitungkan izin yang diminta aplikasi ini dan perpustakaan iklan pihak ketiga yang menyertainya. Tapi, paper mencatat, sekitar 35 persen aplikasi tidak lagi tersedia di Play Store, berpotensi dihapus karena keluhan pengguna.


Editor : Dini Listiyani