Tantangan e-Commerce, Akses dan Kecepatan Internet Masih Rendah

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 30 Januari 2018 - 23:44 WIB
Tantangan e-Commerce, Akses dan Kecepatan Internet Masih Rendah

Senior Content Marketer iPrice Group, Andrew Prasatya (Tengah) mengungkapkan akses dan kecepatan internet masih rendah menjadi tantangan e-commerce di Indonesia. (Foto: iNews/Dok)

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan bisnis online atau e-commerce di Indonesia terus berkembang. Namun, di tengah berkembangnya bisnis digital, akses dan kecepatan internet di Tanah Air masih rendah.

Hal tersebut diungkapkan Senior Content Marketer iPrice Group Andrew Prasatya dalam State of e-Commerce Asia Tenggara 2017 di Jakarta, Selasa (30/1/2018). Dia mengatakan ada empat tantangan dalam bisnis e-commerce di Indonesia.

"Tantangan pertama akses internet dan pengalaman belanja online. Banyak wilayah di Indonesia yang belum mendapatkan akses internet terutama di pelososk. Tak heran masih banyak masyarakat yang belum mengenal transaksi e-commerce," ujarnya.

Tantangan kedua, lanjut Andrew, internet speed di Indonesia masih rendah, yakni 5,19 mbps. Hal ini menjadi tantangan website e-commerce yang membutuhkan kecepatan internet.

"Yang saya rasakan, kecepatan internet di Malaysia dan Indonesia berbeda. Di Indonesia masih rendah. Sementara untuk Asia Tenggara yang terendah Filipina," katanya.

Ketiga, tutur Andrew, struktur topografi yang menantang khususnya di Indonesia. Di mana waktu pengiriman masih lambat. Hal ini seiring dengan luasnya Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau. Keempat, pengguna bank di Indonesia dibanding beberapa Asia Tenggara masih sedikit. Hal ini menjadi tantangan dalam transaksi e-commerce.

Adapun berdasarkan riset iPrice, terkait aktivitas belanja konsumen di Indonesia,puncak paling tinggi orang melakukan pemesanan barang di e-commerce terjadi di jam kerja pada pukul 11.00.

Untuk conversion rate atau persentase orang yang berkunjung ke situs belanja online dan akhirnya membeli paling tinggi terjadi pada Rabu. "Jumlahnya 69 persen lebih tinggi dari jumlah rata-rata pesanan e-commerce di Indonesia," kata Andrew.

Di sisi lain, iPrice juga mengungkapkan, Indonesia merupakan populasi terbanyak dalam transaksi e-commerce menggunakan mobile phone.

Editor : Dani Dahwilani