Twitter Perbaiki Label Pengecekan Fakta di Tweet Teori Konspirasi 5G dan Covid-19

Dini Listiyani ยท Senin, 29 Juni 2020 - 12:08 WIB
Twitter Perbaiki Label Pengecekan Fakta di Tweet Teori Konspirasi 5G dan Covid-19

Teknologi 5G disebut sebarkan virus corona tidak benar (Foto: Twitter)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Twitter telah menerapkan label untuk tweet yang menghubungkan teknologi 5G dengan Covid-19. Karena ada masalah, perusahaan berlogo burung biru ini akan memperbaiki label pemeriksa fakta tersebut.

Twitter telah mengambil sikap menentang penyebaran teori konspirasi yang mengklaim 5G menyebarkan virus corona. Mereka menerapkan label pada tweet yang berisi informasi berpotensi berbahaya dan menyesatkan terkait dengan Covid-19.

Label bertuliskan 'Get the fact aboud Covid-19' dan link ke momen Twitter berjudul 'No, 5G isn't causing coronavirus.' Namun, tampaknya Twitter menerapkan label terlalu banyak.

Pengguna telah menemukan label akan muncul di tweet yang berisi kata 'frekuensi' dan 'oksigen.' Ini tampaknya karena teori konspirasi yang tidak terbukti, 5G adalah frekuensi berbahaya yang menghisap oksigen keluar dari atmosfer dan mengganggu fungsi reguler tubuh manusia.

Penggunaan label pengecekan fakta yang terlalu banyak tidak menimbulkan kerugian yang sebenarnya. Namun, meme orang yang mengunggah tweet berisi dua kata kunci menyebabkan label tersebut muncul padahal, label hanya diterapkan pada tweet yang membuat klaim palsu, sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Senin (29/6/2020).

Twitter telah mengakui penerapan aplikasi yang salah dari lebel pengecekan fakta. Teknologi jejaring sosial juga mengatakan akan memperbaiki proses di balik fitur tersebut.

Sayangnya, Twitter tidak memberikan timeline kapan perubahan akan diterapkan. Seperti diketahui, penyebaran virus corona hanyalah salah satu dari banyak teori konspirasi yang melibatkan teknologi 5G.

Ada teori lain yang menyebutkan teknologi 5G menyebabkan kanker dan kematian ratusan burung di Den Haag. 5G juga dikatakan memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan pikiran orang. Namun, semua teori tersebut telah dibantah.

Editor : Dini Listiyani