Tempat Sampah Pintar, Buang Botol di Smart Drop Box Dapat Imbalan

Dani M Dahwilani ยท Senin, 14 Mei 2018 - 23:04 WIB
Tempat Sampah Pintar, Buang Botol di Smart Drop Box Dapat Imbalan

Tempat sampah pintar Smart Drop Box (SDB) dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik, buang sampah di sini dapat imbalan poin T-Cash. (Foto: Dok/Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Inovasi dilakukan sejumlah perusahaan di Indonesia dengan meluncurkan Smart Drop Box (SDB). SDB merupakan tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik dan terhubung dengan mySmash.

Aplikasi ini membantu pengguna SDB mencatatkan sampah botol yang dikumpulkan dan mendapatkan imbalan poin yang dapat digunakan sebagai pembayaran online.

Untuk mendapatkan poin, pengguna SDB harus mengunduh aplikasi pada smartphone lalu memindai barcode pada botol plastik yang akan dibuang. Setelah sampah botol plastik ini dimasukkan ke dalam SDB, maka akan diberikan imbalan dalam bentuk poin T-Cash.

Kehadiran Smart Drop Box merupakan kolaborasi Danone-Aqua, Alfamart, Telkomsel dan Smash untuk membangun model pengelolaan sampah botol plastik PET yang terintegrasi, dengan melibatkan peran aktif konsumen dalam proses awal daur ulang.

Danone-AQUA akan menyediakan imbalan bagi pengguna SDB dalam bentuk poin T-Cash dan memfasilitasi pengangkutan sampah botol plastik dari SDB ke bank sampah terdekat. Kemudian akan diproses lebih lanjut di Unit Bisnis Daur Ulang/Recycling Business Unit (RBU) di Tangerang Selatan.

Hasil pengelolaan sampah plastik ini kemudian dibawa ke industri daur ulang untuk diubah menjadi bahan baku produk baru, di antaranya tas belanja kain yang dapat menggantikan kantong plastik sekali pakai.

Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan kerja sama ini akan mendorong tumbuhnya masyarakat untuk bijak berplastik.

"Kami berharap dengan adanya Smart Drop Box, masyarakat menjadi termotivasi untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah plastiknya," ujarnya, dalam siaran pers, Senin (14/5/2018).

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Novrizal Tahar menyatakan, kementerian terus mendorong upaya pengurangan sampah yang dilakukan produsen dan memberikan apresiasi untuk kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai pihak dengan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah prosesnya.

"Bagian yang terpenting adalah menjaga konsistensi dari kolaborasi upaya pengurangan sampah ini sehingga dapat mencapai hasil yang signifikan dan terjamin keberlanjutannya," kata Novrizal.

Dia menilai keberhasilan program ini akan menjadi model pengurangan sampah oleh produsen melalui mekanisme penarikan kembali kemasan, sehingga permasalahan sampah dapat dikelola dari hulu hingga hilir.


Editor : Dani Dahwilani