Daur Ulang Plastik, Aplikasi Tempat Sampah Pintar Dikembangkan

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 07 Juni 2018 - 20:02 WIB
Daur Ulang Plastik, Aplikasi Tempat Sampah Pintar Dikembangkan

Aplikasi Smart Drop Box dihadirkan untuk mendorong kebiasaan mengumpulkan dan memilah sampah plastik. (Foto: Dok/Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Inovasi dilakukan sejumlah perusahaan dengan menghadirkan Smart Drop Box (SDB). SDB merupakan tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik dan terhubung dengan mySmash.

Aplikasi ini membantu pengguna SDB mencatatkan sampah botol yang dikumpulkan dan mendapatkan imbalan poin yang dapat digunakan sebagai pembayaran online.

Untuk mendapatkan poin, pengguna SDB harus mengunduh aplikasi pada smartphone, lalu memindai barcode pada botol plastik yang akan dibuang. Setelah sampah botol plastik ini dimasukkan ke dalam SDB, maka akan diberikan imbalan dalam bentuk poin T-Cash.

Aplikasi dilakukan untuk mendorong kebiasaan mengumpulkan dan memilah sampah plastik. Program ini merupakan kerja sama Danone-Aqua bersama dengan Alfamart, Telkomsel, dan SMASH meluncurkan inovasi bernama Smart Drop Box untuk konsumen, agar mereka dapat mendaur ulang sampahnya.

"Kami menargetkan untuk menambah drop box sampah plastik yang dapat meraih 100 juta konsumen pada 2025.

Kami sangat senang dapat bermitra dan berkolaborasi dengan Danone-AQUA melalui program Smart Drop Box," ujar GM Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Ivan Hermawan dalam keterangan pers yang diterima iNews.id, Kamis (7/6/2018).

"Kami ingin mendorong dan mengedukasi konsumen untuk lebih kreatif dalam mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastiknya menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih baik,” katanya. 

Meningkatkan inovasi botol plastik, Danone-AQUA berkomitmen untuk mengambil langkah besar menuju sirkularitas dari plastik yang digunakan.

"Kami berencana membuat seluruh kemasan kami 100 persen dapat didaur ulang pada 2025, sekaligus meningkatkan proporsi plastik daur ulang di botol kami dari 11 persen pada saat ini, menjadi 50 persen pada 2025. Saat ini kami memiliki teknologi untuk merancang kemasan yang lebih baik dan berkelanjutan, menggunakan rantai pasokan sirkular untuk industri plastik daur ulang,” ujar VP Research and Innovation PT Tirta Investama (Danone-AQUA), Rosalina Privita.

Danone-AQUA meneguhkan komitmennya memelopori tiga komitmen penting dalam mengatasi masalah sampah plastik. Hal itu merujuk pada target yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah plastik ke laut sebesar 70 persen pada 2025.

"Kami percaya bahwa sangatlah mendesak untuk memulai aksi dan program nyata untuk menumbuhkan budaya baru di Indonesia, yaitu daur ulang dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," kata Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-AQUA) Corine Tap.

"Kami akan bekerja bersama mitra dan konsumen untuk mewujudkan tujuan tersebut dengan semangat kolaborasi serta partisipasi aktif, melalui sebuah gerakan baru #BijakBerplastik," ujarnya.

 


Editor : Dani Dahwilani