5 Hal yang Bikin Perjalanan ke Mars Tak Nyaman

Dini Listiyani · Jumat, 15 Juni 2018 - 07:15 WIB
5 Hal yang Bikin Perjalanan ke Mars Tak Nyaman

5 Hal yang Bikin Perjalanan ke Mars Tak Nyaman (Foto: BBC)

CALIFORNIA, iNews.id - Para peneliti belakangan ini berusaha membawa manusia ke Mars. Namun, perjalanan ke Mars tampaknya tidak sepenuhnya mengasyikkan.

Selain perjalanan jauh, beberapa hal ini mungkin bisa membuat Anda berpikir ulang melakukan perjalanan ke Mars. Berikut ini seputar perjalanan Mars yang bisa membuat Anda tidak nyaman, seperti rangkum iNews.id dari List Verse, Jumat (15/6/2018).

Radiasi
Masalah radiasi kemungkinan besar akan dialami saat melakukan perjalanan ke Mars. Bahkan selama Anda tinggal di sana, Anda harus melakukan tindakan pencegahan yang konstan untuk menghindari paparan radiasi yang meningkat. Dengan asumsi Anda memutuskan untuk pulang lagi, paparan radiasi Anda akan terus berlanjut.

Perjalanan yang Panjang
Ketika probe bisa sampai ke Mars dalam waktu singkat, pengiriman manusia justru memakan waktu lebih lama. Bahkan dalam kasus, perjalanan lebih pendek bisa mencapai 400 hingga 500 hari.



Temperatur Ekstrem
Atmosfer di Mars sangat tipis, sehingga hampir tidak mungkin bagi Planet Merah ini untuk mempertahankan panasnya. Suhu rata-rata planet ialah -62 derajat Celsius.

Oksigen
Ada beberapa cara untuk menciptakan oksigen dari bahan lain selama perjalanan luar angkasa dan habitat planet. Namun, level di Mars tidak akan mencocokkan oksigen yang tersedia di bumi untuk beberapa waktu. Padahal, tubuh Anda sangat membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup.


Kesepian
Jauh dari sedikit tidaknyaman, kesepian yang parah bisa benar-benar menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Bahkan jika Mars menjadi cukup padat pada akhirnya dengan para traveler, ada sedikit kemungkinan itu akan mereplikasi masyarakat yang terkait erat dan telah dibangun selama berabad-abad di bumi.

Untuk memerangi efek kesepian yang lebih dalam karena sedikit manusia yang berinteraksi dengannya, traveler ke Mars bisa melakukan percakapan dengan robot dan terlibat dalam aktivitas individu yang rumit.


Editor : Dini Listiyani