Hati-Hati Pemudik, Isi Ulang Handphone di Tempat Umum Rawan Dibajak

Antara · Selasa, 12 Juni 2018 - 11:43 WIB
Hati-Hati Pemudik, Isi Ulang Handphone di Tempat Umum Rawan Dibajak

Ilustrasi handpnone (Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Musim mudik Lebaran telah tiba. Banyak warga di berbagai kota mulai beranjak menuju kampung halaman masing-masing. Bagi pemudik, berhati-hatilah saat mengecas baterai handpone atau perangkat lain di sembarang tempat. Jangan sampai Anda menjadi korban pembajakan siber.

Pengamat Teknologi Informatika Yudhi Kukuh mengatakan, pembajakan siber terus berkembang seiring perubahan jaman. Dulu untuk meretas handphone harus dilakukan melalui layanan internet tetapi saat ini bisa melalui tempat isi ulang baterai ponsel. Artinya tempat-tempat umum seperti bandara, stasiun, tempat istirahat, rumah makan dan lainnya berpotensi menjadi tempat peretasan.

“Tempat umum yang terlihat aman, bisa jadi berisiko pembajakan,” kata Yudhi di Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Menurut dia, teknik peretasan yang dikenal dengan juice jacking tersebut tengah marak saat ini. Tindakan kriminal ini menjadi ancaman baru karena teknik tersebut mampu meretas gadget melalui kabel data USB yang biasa digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel.

“Penggunaan kabel yang sama, menjadi jalan bagi peretas untuk masuk dan mendapatkan akses ke ponsel selama proses pengisian,” ujar dia.

Karena itu, Yudhi mengingatkan pemudik untuk tidak mengecas atau isi ulang telepon seluler dan perangkat lain di sembarang tempat selama mudik untuk mencegah pembajakan siber. Dia memberi saran kepada masyarakat agar membiasakan diri mengisi baterai telepon di rumah, kantor atau membawa perangkat cadangan daya (power bank). Kalau pun terpaksa mengisi ulang baterai di tempat umum, gunakan kabel data milik sendiri.

“Pemilik ponsel harus mengunci telepon, jika telepon terkunci dan tidak dapat diakses maka bisa menghindari pembajakan siber. Namun perlu diingat bahwa peretasan berlangsung dalam hitungan detik, jadi pastikan ponsel harus benar-benar dalam keadaan terkunci,” tutur Yudhi


Editor : Khoiril Tri Hatnanto