Gara-Gara Debu Bulan Neil Armstrong, Wanita Ini Gugat NASA

Dini Listiyani · Kamis, 14 Juni 2018 - 09:10 WIB
Gara-Gara Debu Bulan Neil Armstrong, Wanita Ini Gugat NASA

Debu Bulan Neil Armstrong (Foto: Christopher McHugh)

TENNESSEE, iNews.id - Seorang wanita asal Tennesse menggungat Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA atas botol yang diduga berisi debu bulan.

Wanita yang mengugat NASA bernama Laura Cicco. Dalam gugatannya yang diajukan pekan lalu di pengadilan federal Kansa, Cicco mengatakan, astronot Neil Armstrong, komandan misi Apollo 11 telah memberikan botol kepadanya melalui sang ibu saat Cicco masih berusia 10 tahun.

Botol tersebut disertakan dengan catatan kecil dari Armstrong. 'Untuk Laura Ann Murray-Best of Luck- Neil Armstrong Apollo 11’.

"Astronot Neil Armstrong memberikan hadiah botol debu pada Laura Ann Murray, Laura Murray Cicco sekarang, saat dia masih kecil, dan dia merupakan pemilik sah dari botol dan isinya," klaim gugatan yang dilaporkan Fortune, Kamis (14/6/2018).

Armstrong dan ayah Cicco, Tom Murray berteman saat tinggal di Cincinnati. Murray bertugas sebagai pilot di U.S. Army Air Corps selama Perang Dunia II dan menurut Washington Post, Murray dan Armstrong merupakan anggota dari komunitas pilot rahasia yang dikenal sebagai Quiet Birdmen.

Cicco yang menyimpan surat itu, menemukan botol berisi debu bulan lima tahun yang lalu setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Kini, dia bertekad untuk mempertahankan botol yang diduga berisi debu bulan tersebut.

Gugatan yang dilayangkan Cicco bersifat preemptive. Tidak ada Undang-Undang (UU) yang mengatakan, warga negara tidak bisa memiliki material bulan.

Namun pada 2011, para petugas mengambil material bulan dari seorang wanita berusia 74 tahun, Joann Davis. Davis dilaporkan diberi material yang terdiri atas dua pemberat kertas, satu berisi batu bulan kecil, dan lainnya berisi sepotong perisai panas Apollo 11 dari mendiang suaminya yang bekerja di misi Apollo 11.

Pada akhirnya, Davis mengajukan gugatan terhadap NASA pada 2013. "The National Aeronautics and Space Administration atau NASA telah mengambil posisi semua material lunalogic merupakan milik NASA," klaim gugatan Cicco, mengutip kasus Davis.


Editor : Dini Listiyani