Apple Tutup Celah Keamanan yang Digunakan Polisi dan Penjahat

Dini Listiyani · Kamis, 14 Juni 2018 - 14:19 WIB
Apple Tutup Celah Keamanan yang Digunakan Polisi dan Penjahat

Apple Tutup Celah Keamanan yang Digunakan Polisi dan Penjahat (Foto: Cnet0

CUPERTINO, iNews.id - Apple tampakanya akan membuat polisi semakin sulit mendapatkan data dari iPhone via software update yang diumumkan Rabu kemarin.

Melansir Cnet, Kamis (14/6/2018), perubahan yang disebut USB Restricted Mode akan menutup akses data melalui port Lighting iPhone jika kunci ponsel belum dibuka dalam satu jam terakhir.

Software update dilakukan sebagai upaya menutup lubang keamanan yang membuat pelanggan berisiko. Pasalnya, baik polisi dan pencuri menggunakan port Lighting untuk mengakses data.

"Di Apple, kami menempatkan pelanggan di pusat segalanya yang kami rancang. Kami terus memperkuat perlindungan keamanan di setiap produk Apple untuk membantu pelanggan bertahan melawan hacker, pencuri identitas, dan gangguan terhadap dapat pribadi mereka," kata Apple dalam sebuah pernyataan.

"Kami menghormati penegakan hukum dan kami tidak mendesain peningkatan keamanan kami untuk membuat mereka frustasi dengan usaha yang dilakukan," ujarnya.

Pengumuman ini merupakan salah satu bagian dari upaya Apple memposisikan diri sebagai perusahaan yang memperhatikan privasi pengguna. Ya, Apple memang dikenal sebagai perusahaan teknologi yang menjaga privasi penggunannya.

Pada 2016, pembuat iPhone menolak permintaan FBI membuat software untuk menghindari teknologi enkripsi pada iPhone milik tersangka penembakan massal di San Bernardino, California.

Lalu bagaimana pendapat FBI sekarang dengan pembaruan Apple tersebut? Sayangnya, lembaga penegak hukum itu tidak menanggapi permintaan komentar.

Apple menunjukkan, pihaknya telah menaggapi ribuan permintaan dari penegak hukum AS untuk akses ke data pelanggan. Pada 2017 saja, ada lebih dari 14.000 permintaan akses ke data pelanggan.


Editor : Dini Listiyani