Kisah YouTuber Dituduh Langgar Hak Cipta Lagu Sendiri

Dini Listiyani · Sabtu, 07 Juli 2018 - 12:30 WIB

Kisah YouTuber Dituduh Langgar Hak Cipta Lagu Sendiri (Foto: Cnet)

CALIFORNIA, iNews.id - Seorang YouTuber bernama Pau David dituduh melanggar hak cipta lagu orang lain. Padahal, lagu tersebu merupkan miliknya.

Paul Davids telah memainkan banyak gitar untuk viewersnya. Video ini (tentang dia memainkan 25 riff gitar) telah mendapat 7,9 juta view. Karena dia memainkan riff gitar populer, Davids menjadi tidak asing bagi sistem Content ID YouTube, tool otomatis yang mengancam menghapus video yang menyertakan hak cipta orang lain.

Tapi, sekitar bulan lalu, David mendapatkan e-mail tak biasa dari YouTube. Sistem Content ID menandai sebuah lagu yang dia tulis sendiri karena dianggap melanggar video baru milik orang lain.

"Seseorang mengambil track saya, membuat track mereka sendiri, mengunggahnya ke Spotify, YouTube, apa pun itu, dan saya mendapatkan pemberitahuan pelanggaran hak cipta? Tunggu, apa?" kata David seperti dilaporkan Cnet, Sabtu (7/7/2018).

Kisah David tampaknya menemukan akhir yang bahagia. David menggunakan sistem banding YouTube untuk menyelesaikan berbagai hal dengan cepat. David membiarkan artis lain tetap menggunakan tune-nya.

David melacak sang artis di Facebook Messenger dan orang tersebut akhirnya mengakui mengunduh beberapa lick gitar di YouTube. Hal janggal di sini terletak saat video lama ditandai melanggar yang baru.

"Sistem Content ID YouTube membiarkan pemegang hak untuk mengklaim konten dalam skala besar dengan menemukan kecocokan ke konten yang mereka kirimkan kepada kami dan memberi cara otomatis untuk mengidentifikasi, memblokir, bahkan menghasilkan uang dari upload konten mereka," ujar juru bicara YouTube.

"Kami mengandalkan pemegang hak cipta untuk mengklaim konten yang benar-benar mereka miliki. Keakuratan sistem pencocokan kami hanya bisa sebagus yang diberikan pemegang hak cipta. Kami memiliki tim review yang berupaya menangkap dan mencegah klaim tidak akurat, mengambil tindakan terhadap pemegang hak cipta yang sengaja atau berulang kali menyebabkan kesalahan, dan kami menawarkan proses sengketa yang kuat bagi pengguna yang yakin video yang diklaim error," ujarnya.


Editor : Dini Listiyani

KOMENTAR