Begini Cara Smartphone Memata-Matai Aktivitas Anda

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 08 Juli 2018 - 22:23 WIB
Begini Cara Smartphone Memata-Matai Aktivitas Anda

Beberapa aplikasi populer smartphone secara tidak disadari mungkin aktif mendengarkan Anda, memantau kebiasaan dan diam-diam mengambil screenshot. (Foto: My Board Band)

BOSTON, iNews.id - Kemudahan fitur dan layanan aplikasi yang diberikan smartphone ternyata tidak memberikan jaminan keamanan terhadap pengguna. Melalui perangkat smartphone semua aktivitas Anda bisa dimata-matai. Bagaimana caranya?

Beberapa aplikasi populer di ponsel Android secara tidak disadari mungkin aktif mendengarkan Anda, memantau kebiasaan dan diam-diam mengambil screenshot aktivitas Anda, serta mengirimnya ke pihak ketiga.

Screenshot dan video dari aktivitas Anda di layar dapat mencakup nama pengguna, kata sandi, nomor kartu kredit, dan informasi pribadi penting lainnya.

"Kami menemukan bahwa setiap aplikasi memiliki kemampuan untuk merekam layar Anda dan apapun yang Anda ketik," ujar David Choffnes, seorang profesor di Boston's Northeastern University, AS, seperti dilansir dari Khaleej Times, Minggu (8/7/2018).

Temuan ini akan dipresentasikan dalam Konferensi Simposium Teknologi Peningkatan Privasi di Barcelona, Spanyol.

Dalam penelitian ini, tim menganalisis lebih dari 17.000 aplikasi paling populer di sistem operasi Android, menggunakan program pengujian otomatis yang ditulis para siswa. Secara keseluruhan, 9.000 dari 17.000 aplikasi menunjukkan potensi mengambil screenshot.

"Tidak ada kebocoran audio sama sekali. Tidak ada satu pun aplikasi yang mengaktifkan mikrofon," kata Christo Wilson, profesor di Boston's Northeastern University.

"Lalu kami mulai melihat hal-hal yang tidak kami duga. Aplikasi secara otomatis mengambil screenshot dari diri mereka sendiri dan mengirimnya ke pihak ketiga," ujarnya.

Meskipun pelanggaran privasi ini tampak tidak berbahaya, mereka menekankan betapa mudahnya jendela privasi ponsel dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan.

"Pembukaan ini hampir pasti akan digunakan untuk tujuan jahat. Sangat mudah menginstal dan mengumpulkan informasi ini. Dan, yang paling mengganggu adalah terjadi tanpa pemberitahuan atau izin pengguna," kata Wilson.

Meskipun penelitian dilakukan pada ponsel Android, tidak ada alasan untuk percaya sistem operasi telepon lain aman dari mata-mata.

Studi lain, yang diterbitkan dalam Headache: The Journal of Head dan Face Pain, menemukan aplikasi dikembangkan untuk membantu orang melacak rasa sakit migrain sering berbagi informasi dengan pihak ketiga. Ini menimbulkan risiko privasi karena ada beberapa perlindungan hukum terhadap penjualan atau pengungkapan data dari aplikasi medis ke pihak ketiga.


Editor : Dani Dahwilani