Cegah Konten Palsu, Twitter Tangguhkan 70 Juta Akun

Dani M Dahwilani · Minggu, 08 Juli 2018 - 23:05 WIB

Washington Post menyebutkan Twitter menangguhkan lebih dari 70 juta akun pada Mei-Juni, dan langkah itu berlanjut pada Juli 2018. (Foto: BGR)

WASHINGTON, iNews.id - Washington Post melaporkan Twitter menangguhkan lebih dari 1 juta akun sehari atau 70 juta akun dalam dua bulan terakhir untuk mengurangi aliran misinformasi di platform.

Twitter dan platform media sosial lainnya, seperti Facebook telah diperiksa anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dan lembaga internasional karena belum maksimal mencegah penyebaran konten palsu.

Perusahaan telah mengambil langkah-langkah seperti menghapus akun pengguna, memperkenalkan pembaruan dan secara aktif memantau konten untuk membantu pengguna terhindar menjadi korban konten palsu.

Washington Post menyebutkan Twitter menangguhkan lebih dari 70 juta akun pada Mei-Juni, dan langkah itu berlanjut pada Juli 2018.

"Sulit dipercaya 70 juta akun terpengaruh ketika Twitter hanya memiliki 336 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU)," ujar analis Wedbush, Michael Pachter, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (8/7/2018).

"Dugaan saya adalah sejumlah besar akun yang ditangguhkan ini tidak aktif. Seharusnya berdampak kecil pada perusahaan," kata Pachter.

Analis menilai jika 70 juta akun sebagian besar adalah rekening aktif, akun yang terkena dampak akan "menjerit".

Menurut sumber Washington Post, penghapusan akun yang tidak diinginkan secara agresif dapat mengakibatkan penurunan jumlah pengguna bulanan pada kuartal kedua.

"Karena peningkatan teknologi dan proses selama setahun terakhir, kami sekarang menghapus 214 persen lebih banyak akun karena melanggar kebijakan spam kami dari tahun-ke-tahun," kata Twitter dalam posting blog bulan lalu.

Pada Mei 2018, mereka mengidentifikasi lebih dari 9,9 juta "berpotensi spam" atau akun otomatis per minggu, dibandingkan dengan 6,4 juta pada Desember 2017.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR