Kominfo: Tak Ada Data Indonesia yang Tersedot Cambridge Analytica

Dini Listiyani · Selasa, 10 Juli 2018 - 17:52 WIB

Kasus skandal data antara Facebook dan Cambridge Analytica masih menjadi perhatian. (Foto: Recode)

JAKARTA, iNews.id - Kasus skandal data antara Facebook dan Cambridge Analytica sempat menarik perhatian karena nama Indonesia masuk menjadi korban. Namun dalam penyelidikan terbaru, ternyata tidak ditemukan bukti tersebut.

Dalam penyelidikan awal yang diterima Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Facebook menyatakan, tidak ada data pengguna Indonesia yang tersedot oleh Cambridge Analytica.

"Per hari ini kami menerima surat dari Facebook dalam bahasa Indonesia. Dalam investigasi awal, yang sekarang sedang dilakukan tidak ada satu pun namanya data Indonesia yang tersedot oleh Cambridge Analytica," kata Dirjen Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pengerapan di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Kasus skandal data antara Facebook dan Cambridge Analytica sempat menjadi sorotan di Indonesia. Sebab, sebanyak satu juta data pengguna Indonesia dilaporkan bocor.

Sejuta pelanggan Indonesia yang bocor tersebut, kata Semmy, atas izin pelanggan itu sendiri. Tergantung pada pengaturan pengguna.

"Dalam investigasi awal itu tidak ada. Sebaliknya, data yang dapat diakses oleh aplikasi itu terbatas dari informasi yang telah disetujui oleh pengunduh aplikasi untuk dibagikan sesuai dengan peraturan privasi mereka," ujarnya.

Meski begitu, Kominfo berkomitmen untuk terus memonitoring perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Facebook saat ini.

"Kita tetap monitor karena investigasi belum selesai. Ini masih ongoing, proses," katanya.

Sayangnya, tidak diketahui sampai berapa lama Facebook akan menyelesaikan investigasi pelanggaran data yang melibatkan jejaring sosial dan Cambridge Analytica.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR