Akibat Skandal Data, Facebook Terancam Kena Denda di Inggris

Dini Listiyani · Rabu, 11 Juli 2018 - 20:23 WIB

Kasus skandal data antara Facebook dan Cambridge Analytica masih menjadi perhatian. (Foto: Recode)

MENLO PARK, iNews.id - Facebook harus berhadapan dengan pengawas privasi Inggris. Sebab, raksasa jejaring sosial itu mengizinkan Cambridge Analytica mengakses data pribadi jutaan penggunanya.

Facebook dikenakan denda awal sebesar 500.000 poundsterling oleh UK Information Commissioner's Office (ICO). Denda tersebut diberikan setelah Facebook ditemukan gagal melindungi data pengguna dan tidak transparan tentang bagaimana data pengguna diperoleh orang lain.

"Kami berada di persimpangan jalan. Kepercayaan dan keyakinan terhadap integritas proses demokrasi kami berisiko terganggu karena pemilih rata-rata tidak tahu apa yang terjadi di belakang layar. Orang tidak bisa mengendalikan data mereka sendiri jika tidak tahu atau mengerti bagaimana data itu digunakan," kata Komisaris Informasi Elizabeth Denham.

Melansir Cnet, Rabu (11/7/2018), Facebook akan membahas hukuman yang diusulkan sebelum pengawas membuat keputusan akhir mereka.

"Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kami seharusnya melakukan lebih banyak untuk menyelidiki klaim tentang Cambridge Analytica dan mengambil tindakan pada 2015. Kami telah bekerja sama dengan ICO dalam penyelidikan mereka terhadap Cambridge Analytica, seperti yang kami lakukan dengan pihak berwenang di AS dan negara lainnya. Kami sedang meninjau laporan dan akan segera menanggapi ICO," ujar Chief Privacy Office Erin Egan.

Denda ICO merupakan sebagian kecil dari jumlah yang bisa dihadapi raksasa media sosial. General Data Protection Regulation (GDPR) memungkinkan untuk denda maksimum 20 juta euro atau empat persen dari pendapatan tahunan global Faceboo dari tahun sebelumnya.

ICO meluncurkan penyelidikan pada Maret lalu ke Cambridge Analytica, perusahaan analisis data politiik berbasis di Inggris. Facebook melarang perusahaan itu awal tahun ini dengan mengatakan, tidak diterima dengan benar.

Facebook mengatakan, dosen Cambridge University bernama Aleksandr Kogan mengumpulkan data secara sah melalui aplikasi kuis kepribadian. Kemudian, melanggar ketentuan Facebook dengan berbagi informasi dengan Cambridge Analytica.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR