Kuatkan Branding, Facebook Siapkan Piranti untuk Pelaku Usaha Kecil

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 05 Agustus 2018 - 11:55 WIB
Kuatkan Branding, Facebook Siapkan Piranti untuk Pelaku Usaha Kecil

Facebook dukung UMKM. (Foto: Google)

JAKARTA, iNews.id - Media sosial (medsos) bagai dua belah mata pisau. Satu sisi bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi di sisi lain dapat menjadi alat kepentingan orang-orang tidak bertanggung jawab.

Salah satu langkah positif medsos bagi masyarakat dengan penguatan aspek digitalisasi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kini, UMKM di Indonesia siap berkolaborasi dengan salah satu jejaring media sosial terbesar Facebook. Bahkan, Facebook Indonesia sudah menyiapkan pirantinya dan siap rilis pertengahan Agustus ini.

"Sekarang ini eranya media sosial. Momentum ini juga harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk branding. Posisinya sangat sederhana, cepat, dan tepat sasaran. Sebab, sebagian besar masyarakat ini adalah pengguna media sosial aktif," ujar Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam keterangannya kepada iNews.id, Minggu (5/8/2018).

Berkolaborasi dengan Facebook pun menjadi opsi. Apalagi Facebook Indonesia sudah memiliki program khusus pemberdayaan UMKM. Recananya, program ini sudah bisa rilis pada 14 Agustus 2018. Market utama dari program ini adalah kawasan Indonesia Timur.

"Feedback itu penting. Jangan hanya menjalankan program saja. Tapi, harus dilihat hasil dan dampak yang dihasilkan. Ke depannya Facebook ini juga harus selalu melakukan pemantauan secara rutin. Lalu, diadakan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari program tersebut," kata Moeldoko.

Saat ini, sudah terdapat sekitar 10.000 UMKM yang siap menggunakan program Facebook tersebut. Mengoptimalkan peran dari program, berbagai pelatihan khusus pun siap diberikan. Pelaku UMKM ini akan diajari teknis penggunaan program secara lengkap. Pelatihan serupa juga akan diberikan bagi para Pemda. Harapannya, tercipta kesepahaman dan media sosial bisa dimanfaatkan optimal untuk bisnis.

"Kualitas-kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus diperhatikan. Dan, tampaknya ke depannya perlu ada diskusi lebih lanjut agar kami bisa turut bekerja sama. Kami juga harus saling bersinergi untuk mengisi program-program tersebut," ujar Moeldoko.

Selain menyasar kualitas SDM, program ini juga untuk menumbuhkan nilai plus lain. UMKM diharapkan lebih kreatif dan inovatis dalam mengoptimalkan fungsi program Facebook ini. Lalu, bisnisnya tumbuh besar melalui beragam branding di media sosial.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Rubben Hattari mengatakan, UMKM harus terbiasa denga media sosial. "UMKM harus mengangkat kapasitasnya. Mereka harus terbiasa memanfaatkan media sosial untuk bisnis. Untuk mempecepat transformasi pengetahuan, kami akan libatkan mitra seperti NGO. Para NGO ini sebelumnya juga sudah dilatih secara khusus melalui training of trainer. Secara teknis, NGO ini akan melakukan roadshow ke beberapa kota," ujar Rubben.

Rubben mengakui, Facebook kini juga mengalami inovasi seiring dengan perkembangan teknologi dan tunturan market. Kini, Facebook telah berinovasi sebagai media bisnis yang menjanjikan.

"Dulu visi dari Facebook sekadar menghubungkan orang-orang. Waktu itu, orang yang sudah terhubung ini akan membentuk komunitas dan membawa dampak positif. Tapi, sekarang mengarah ke bisnis," katanya.


Editor : Tuty Ocktaviany