Snapchat Kehilangan Jutaan Pengguna Aktif Harian, Ini Penyebabnya

Dini Listiyani ยท Rabu, 08 Agustus 2018 - 20:01 WIB
Snapchat Kehilangan Jutaan Pengguna Aktif Harian, Ini Penyebabnya

Snapchat Kehilangan Jutaan Pengguna Aktif Harian, Ini Penyebabnya (Foto: Ubergizmo)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SAN FRANCISCO, iNews.id - Snapchat kehilangan jutaan pengguna aktif harian pada kuartal kedua (Q2) mereka. Pengguna harian turun menjadi 188 juta dari 191 juta pada kuartal sebelumnya.

Snap, induk Snapchat berhasil mematahkan perkiraan pendapatan analis karena berhasil menarik lebih banyak pengiklan bisnis internasional dan kecil. Tapi, Snap mencatat kerugian kuartal yang lebih besar dari perkiraan.

Snap belum pernah membukukan penurunan kuartal pada pengguna. Analis rata-rata mengharapkan Snap untuk mendapatkan hampir dua juta pengguna pada kuartal kedua.

Pertumbuhan pengguna Snap menurun tajam selama dua tahun terakhir. Saingan besarnya, Facebook telah mereplikasi fitur Snapchat seperti filter untuk selfie dan stories, seperti dilaporkan The Irish Times, Rabu (8/8/2018).

Snapchat akhirnya meredesain platform-nya pada Februari untuk mendorong pengguna menonton lebih banyak video, tapi malah mendapat protes dari pengguna. Snap dalam hasil kuartal pertama mengatakan akan menyesuaikan lagi cara menyajikan kontennya.

Penghasilan Facebook dan Twitter dalam beberapa pekan terakhir membuat para investor media sosial menjadi gusar. Kedua perusahaan itu kehilangan 19 persen dalam nilai pasar setelah pelaporan dan hasilnya juga membebani saham Snap.

Snap kehilangan sekitar satu juta pengguna di masing-masing wilayah, seperti Amerika Utara, Eropa, dan seluruh dunia. Namun, dia mendapat pendapatan 262 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal kedua, mematahkan perkiraan.

Perusahaan telah berupaya meyakinkan pengiklan besar untuk membelanjakan banyak uang mereka di iklan Snapchat dan mencapai basis aplikasi, terutama pengguna berusia 18-34 tahun.

Snap mencoba untuk fokus pada pasar yang dikembangkan dengan potensi pendapatan yang kuat. Berbeda dengan strategi Facebook yang menyesuaikan aplikasi untuk pasar negara berkembang yang menyumbang banyak pengguna barunya.


Editor : Dini Listiyani