Menkominfo Berencana Blokir Telegram Lagi, Ini Alasannya

Dini Listiyani · Jumat, 10 Agustus 2018 - 15:01 WIB
Menkominfo Berencana Blokir Telegram Lagi, Ini Alasannya

Menkominfo Berencana Blokir Telegram Lagi, Ini Alasannya (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengutarakan niatnya untuk kembali memblokir Telegram. Sebab, platform tersebut kembali banyak dipakai pihak yang terafiliasi dengan terorisme.

"Saya juga lagi mikir-mikir apa saya mau tutup lagi. Saya, Detasemen Khusus (Densus) 88, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kan koordinasi terus," katanya saat ditemui awak media di Balai Kartini, Kamis 9 Agustus 2018.

Menkominfo meminta pada pihak Telegram untuk membuka akses kepada aparat penegak hukum di Indonesia untuk bisa mengakses informasi terkait penggunan Telegram yang kontennya berbau aktivitas terorisme. Hal dilakukan demi memerangi terorisme.

"Saya bilang sama Telegram kalau dikasih akses teman-teman Densus, saya tidak akan blokir. Ini kan masalah terorisme, masa kita diami. Tapi, kalau Anda enggak kasih akses, ya saya tutup dulu lah sementara," ujarnya.

Rudiantara mengatakan, sejauh ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Telegram terkait pembukaan akses kepada aparat penegak hukum Indonesia, terutama soal teknisnya.

"Lagi bicara karena kan akses, teknisnya seperti apa sampai sejauh mana. Karena Telegram itu end-to-end encrypted," ujarnya.

Sebelumnya, Telegram pernah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun lalu. Langkah pemblokiran itu diambil karena banyak kanal di Telegram bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, penyerangan, dan lainnya.

Gara-gara pemblokiran ini, CEO Telegram Pavel Durov sampai terbang ke Indonesia untuk menyambangi kantor Kominfo. Durov pada saat itu berjanji akan membuat tim untuk melancarkan komunikasi demi membasmi konten negatif di platform-nya.

Durov juga menyatakan Indonesia sebagai negara yang diistimewakan olehnya. Karena itu, dirinya dan Menkominfo berkomitmen bersama-sama membasmi konten negatif yang ada di platform-nya.

 


Editor : Dini Listiyani