WhatsApp Bikin Tim Khusus di India untuk Tangani Penyebaran Fake News

Dini Listiyani · Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:01 WIB
WhatsApp Bikin Tim Khusus di India untuk Tangani Penyebaran Fake News

WhatsApp Bikin Tim Khusus di India untuk Tangani Penyebaran Fake News (Foto: AFP)

MENLO PARK, iNews.id - Masalah WhatsApp ihwal fake news di India terus berlanjut. Sebagai usaha untuk memerangi penyebaran fake news, WhatsApp kini membuat tim khusus di India.

Langkah WhatsApp untuk berusaha mengatasi masalah yang ditimbulkan gara-gara fake news menyebar di platform-nya bukan tanpa alasan. Langkah ini sebagian besar dikarenakan Menteri Elektronik dan IT India telah memperingatkan WhatsApp.

Kementerian Elektronik dan IT India memperingatkan pengembang, WhatsApp akan bertanggung jawab atas cedera atau kematian yang dihasilkan akibat penyebaran informasi palsu melalui aplikasi. Pada tahun lalu saja, lebih dari 30 orang tewas karena berita palsu yang dibagikan melalui WhatsApp.

Pemerintah India ingin WhatsApp memberikan informasi tentang pengguna yang mencurigakan. Karena layanan pesan populer di dunia ini tidak ingin mengkrompromikan privasi pengguna, eksekutif di perusahaan ini akhirnya mencoba mencari cara alternatif untuk menghentikan aktivitas.

Melansir Phone Arena, Jumat (10/8/2018), dalam statement-nya, WhatsApp mengatakan mencari seorang pemimpin lokal untuk memilih anggota tim baru yang akan bekerja di lapangan.

Sebelum membentuk tim khusus, WhatsApp sebenarnya sudah mengeluarkan usaha lainnya untuk mencegah penyebaran berita palsu yakni mengeluarkan fitur yang membatasi forward.

Pada awalnya, pengguna WhatsApp bisa forward pesan ke lebih dari 250 pengguna. Tapi dengan ada perubahan, pengguna WhatsApp global bisa meneruskannya ke 20 orang, kecuali di India yang hanya memperbolehkan kelima orang saja.

"Kami merasa seram dengan kekerasan di India, dan kami telah mengumumkan sejumlah perubahan produk yang berbeda untuk membantu mengatasi masalah ini. Ini adalah tantangan yang membutuhkan tindakan oleh masyarakat sipil, pemerintah, dan perusahaan teknologi," kata juru bicara WhatsApp beberapa waktu lalu.


Editor : Dini Listiyani