Peneliti Temukan Celah di WhatsApp, Pesan Bisa Dimanipulasi

Dini Listiyani ยท Sabtu, 11 Agustus 2018 - 10:20 WIB
Peneliti Temukan Celah di WhatsApp, Pesan Bisa Dimanipulasi

Peneliti Temukan Celah di WhatsApp, Pesan Bisa Dimanipulasi (Foto: Indian Express)

JERUSALEM, iNews.id - WhatsApp dikenal sebagai salah satu layanan aplikasi pesan aman di dunia. Namun, bukan berarti layanan pesan milik Facebook ini tidak memiliki celah keamanan.

Peneliti di perusahaan keamanan Israel Check Point Research mengklaim menemukan celah atau cacat di WhatsApp. Celah itu memungkinkan aktor untuk melakukan intercept dan memanipulasi pesan yang dikirim, baik secara pribadi maupun grup.

Untuk bisa mengeksploitasi kerentanan itu, para peneliti menggunakan Burp Suit Extension dan tiga metode manipulasi. Peneliti sendiri mendapatkan Burp Suit Extention dengan mendeskripsi komunikasi WhatsApp.

Perusahaan keamanan itu mengeluarkan posting-an blog yang menjelaskan bagaimana mereka bisa memanipulasi pesan pribadi dan grup, seperti dilaporkan Indian Express, Sabtu (11/8/2018).

Pemanfaatan keretanan itu sampai ke telinga WhatsApp. Dalam sebuah pernyataan kepada The New York Times juru bicara WhatsApp Carl Woog mengakui, meskipun fitur kutipan bisa dimanipulasi, tapi itu bukan merupakan kesalahan.

Woog bersikeras, kerentanan tidak ada hubungannya dengan keamanan enkripsi end-to-end WhatsApp yang diluncurkan secara global pada 2016. Woog juga memastikan, pesan dibaca hanya oleh pengirim dan penerima saja.

Sebelumnya, WhatsApp secara resmi meluncurkan batas forward ke lima chat untuk pengguna India. Langkah ini bertujuan untuk memperketat penyebaran infomasi yang salah di platform-nya.

WhatsApp saat ini sedang diawasi pemerintah India setelah laporan pesan video viral yang dibagikan pada aplikasi menimbulkan penghinaan, kekerasan massa di beberapa negara.


Editor : Dini Listiyani