Transfusi Darah Muda Diklaim Bisa Akhiri Penyakit terkait Usia

Dini Listiyani · Selasa, 11 September 2018 - 07:01 WIB
Transfusi Darah Muda Diklaim Bisa Akhiri Penyakit terkait Usia

Transfusi Darah Muda Diklaim Bisa Akhiri Penyakit terkait Usia (Foto: Pixabay)

CALIFORNIA, iNews.id - Para ilmuwan mengutak-atik transfusi darah muda dari orang dewasa untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan usia. Hasil eksperimen itu akan menjadi usaha paling menjanjikan dalam pengobatan modern.

Seorang ahli genetika terkemuka di University Collage London menegaskan, eksperimen transfusi darah ini bukan lelucon. Bahkan, secara serius dipertimbangkan oleh dokter terkemuka untuk menjadi salah satu usaha paling menjanjikan dalam pengobatan modern.

Analisis data diterbitkan di jurnal Nature. Dalam jurnal itu, seorang ahli genetika Dame Linda Partridge menyatakan penelitian menunjukkan darah muda dapat memungkinkan manusia untuk hidup bebas dari penyakit seperti kanker, demensia, dan penyakit jantung sampai kematian mereka.

Studi Profesor Partridge menunjukkan tikus yang lebih tua diberi darah muda tidak mengembangkan penyakit yang berkaitan dengan usia dan mempertahankan fungsi kognitif yang tajam. Sementara yang lebih muda diberikan darah yang lebih tua, efeknya justru sebaliknya.

Ini bukti, kata Partridge, darah perlu dipelajari lebih dekat pada hewan untuk mengidentifikasi molekul yang menjaga kesehatan fisik.

"Identifikasi ini merupakan prioritas tinggi untuk penelitian," kata studi tersebut yang dirangkum Daily Mail, Selasa (11/9/2018).

"Aksesibilitas praktis dari microbiome dan sistem darah manusia membuat manipulasi pengobatan menjadi pendekatan yang sangat menarik. Tapi penelitian pada hewan diperlukan untuk menetapkan konsekuensi jangka panjang dan kemungkinan efek samping," ujarnya.

Profesor Partridge dan rekan penulisnya, Joris Deelan serta P. Eline Slagboom menambahkan, darah merupakan jaringan yang paling mudah diakses dan banyak diteliti. Tapi, jarang digunakan dalam penelitian pada hewan. Mereka hampir tidak menjadi studi pertama yang menunjukkan efek semacam itu.

Serangkaian transfusi darah muda ke tua juga dilakukan kepada manusia oleh Peter Thiel di stratup San Francsico bernama Ambrosia. Para peserta diberi plasma, komponen utama darah, dari volunteer berusia 16-25 tahun.

Para peneliti mencatat peningkatan biomarker dari berbagai penyakit utama, yang dikenal indikator untuk kondisi tertentu. Peningkatan itu termasuk pengurangan 10 persen kolesterol darah, yang diketahui menyebabkan penyakit jantung.

Efek lain yang dicatat oleh ilmuwan ialah 20 persen pengurangan protein yang disebut carcinoembryonic antigens. Laporan situs web menunjukkan, ini dapat dilihat dalam jumlah tinggi pada orang yang memiliki berbagai bentuk kanker.

Darah muda juga membantu memangkas tingkat amyloid protein yang membentuk gumpalan racun di otak penderita demensia. Secara khusus, penderita yang mengalami Alzheimers mulai mengalami pemulihan setelah satu transfusi.

Peserta yang lainnya, sedikit tua dengan patologi Alzheimer yang lebih parah menunjukkan perbaikan serupa. Para ilmuwan di Ambrosia membayangkan dunia di mana orangtua menerima dua suntikan setahun.

Para ilmuwan sendiri telah lama mempelajari efek dari darah muda pada hewan. Tapi mereka justru menemukan hasil yang beragam.


Editor : Dini Listiyani

TAG : darah