Begini Gambaran Ilmuwan soal Pangkalan Penelitian di Mars

Dini Listiyani ยท Rabu, 12 September 2018 - 06:01 WIB
Begini Gambaran Ilmuwan soal Pangkalan Penelitian di Mars

Begini Gambaran Ilmuwan soal Pangkalan Penelitian di Mars (Foto: EPFL)

CALIFORNIA, iNews.id - Tim peneliti telah mengembangkan rencana agar manusia bisa tinggal di Mars, Bulan, atau planet berpotensi lainnya di Tata Surya. Seperti apa rencana peneliti tersebut?

Dalam sebuah studi baru, para ilmuwan dari Switzerland's École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) merancang pangkalan penelitian mandiri yang berpotensi mendukung misi berawak selama beberapa tahun. Rencana tersebut melibatkan pengiriman robot ke Mars untuk membangun pangkalan, memanfaatkan sumber daya alam Planet Merah, dan akhirnya mengirimkan kru ke permukaannya.

Seperti orang yang telah berteori sebelumnya, para ilmuwan EPFL percaya manusia kemungkinan besar akan menemukan keberhasilan mendirikan pangkalan di kutub utara Mars. Banyak ahli, termasuk Elon Musk, menyarankan kutub Mars cocok untuk mempertahankan kehidupan manusia karena mengandung sumber daya alam.

(Foto: EPFL)

"Kutub mungkin menimbulkan lebih banyak tantangan di awal, tapi mereka merupakan lokasi terbaik untuk jangka panjang karena menyimpan sumber daya alam yang mungkin bisa kami gunakan. Kami ingin mengembangkan strategi berdasarkan teknologi yang telah dipilih dan menguraikan skenario pengujian hingga 20 tahun dari sekarang, astronot akan bisa melaksanakan misi semacam itu," kata penulis utama studi Anne-Marlene Ruede.

Dalam rencana, pangkalan penelitian suatu hari nanti bisa mendukung koloni manusia. Studi tersebut mengikuti kompetisi NASA menyerukan tim untuk mengirimkan 3D-printed habitat yang mereka percaya bisa digunakan untuk tinggal di Planet Merah dalam beberapa dekade mendatang.

(Foto: NASA)

Menurut para ilmuwan, pangkalan penelitian akan terdiri dari tiga modul yang berbeda. Perlengkapan utama pangkalan akan mencakup pusat inti yang tingginya 12.5 meter dan berdiameter 5 meter.

Para ilmuwan menggambarkan pangkalan sebagai ruang hidup luar angkasa minimal yang akan menampung semua bahan dan barang penting. Tiga kapsul kehidupan akan melekat pada inti melalui arilock.

"Kubah ini juga akan mewakili ruang hidup tambahan, menyediakan penghalang kedua untuk melindungi awak dari radiasi dan micrometeoroids, dan membantu menjaga tekanan konstan di dalam pangkalan," kata peneliti yang dilaporkan Daily Mail, Rabu (12/9/2018).

(Foto: EPFL)

Selain itu, mereka membayangkan menciptakan sistem derek yang akan mengorbit di sekitar Mars. Sistem itu berfungsi sebagai titik transfer untuk barang yang datang dari Bumi dan pangkalan di Mars.

"Sistem docking kendaraan akan serupa dengan yang digunakan di International Space Station yakni setelah pesawat ulak-alik dipasang, kendaraan akan membongkar muatan dan awak meletakkannya di Mars," ujarnya.

Sebelum mengirim kru ke permukaan Planet Mars, mereka akan mengangkut robot ke Mars yang bisa membangun pangkalan. Robot juga akan menguji sumber daya alam yang tersedia untuk digunakan manusia.

Setelah dilebur, kutub di utara dan selatan Mars diyakini bisa menghasilkan air, oksigen, dan nitrogen. Semua unsur tersebut dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia.

(Foto: EPFL)

Material kimia lain di udara dan tanah Mars dianggap sebagai bahan utama untuk konstruksi benda seperti batu bata, kaca, dan plastik.

"Semua itu akan membuat pangkalan penelitian mandiri untuk jangkan panjang," katanya dalam studi.

Selanjutnya, enam awak akan dikirim. Mereka akan tiba di kutub utara Mars selama musim panas kutub untuk mengambil keuntungan dari 288 hari cahaya terus-menerus.

"Pendekatan ini akan meminimalkan muatan yang harus dibawa pesawat ulak-alik dan membuat misi seaman mungkin bagi anggota awak," kata penelitian itu.

Di luar itu, para peneliti percaya ada tes penting yang perlu dilakukan sebelum manusia akan siap menggunakan base penelitian yang diusulkan.

"Kami perlu melakukan misi awal guna mencoba semuanya untuk pertama kalinya," ujarnya.


Editor : Dini Listiyani