Ilmuwan Deteksi Sejumlah Sinyal Aneh dari Luar Angkasa

Dini Listiyani ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 06:01 WIB
Ilmuwan Deteksi Sejumlah Sinyal Aneh dari Luar Angkasa

Ilmuwan Deteksi Sejumlah Sinyal Aneh dari Luar Angkasa (Foto: Swinburne University of Technology)

CANBERRA, iNews.id - Peneliti Australia telah menemukan sejumlah semburan kuat dari gelombang radio yang berasal dari luar angkasa. Semburan tersebut terdeteksi oleh teleskop radio CSIRO.

Teleskop radio CSIRO di Australia Barat mendeteksi 19 ledakan misterius, dua kali lipat dari jumlah total fast radio burst (FRB) yang diketahui. Di antara 19 sinyal yang diamati, terdapat beberapa FRB paling dekat dan terang yang pernah terdeteksi.

FRB merupakan sinyal yang sulit dipahami dan diperkirakan berasal dari jarak miliaran tahun cahaya. Tapi, para ilmuwan belum tahu apa penyebabnya.

Para astronom sebelumnya telah menyatakan semburan bisa berasal dari obyek kosmik raksasa seperti bintang neutron. Sedangkan yang lain berpendapat, FRB kemungkinan berasal dari ras alien yang sangat jauh.

FRB bisa menghasilkan ledakan energi yang intens, setara dengan jumlah yang dikeluarkan oleh Matahari selama 80 tahun. Jumlah FRB yang terdeteksi kini semakin banyak.

"Kami telah menemukan 20 FRB dalam setahun, hampir dua kali lipat jumlah yang dideteksi di seluruh dunia sejak ditemukan pada 2007," kata penulis utama studi Ryan Shannon seperti dilaporkan Daily Mail, Jumat (12/10/2018).

Para ilmuwan membuktikan FRB berasal dari sisi lain dari alam semesta, bukan dari lingkungan galaksi ini. FRB biasanya melakukan perjalanan selama miliaran tahun, terkadang melewati awan gas.

Para ilmuwan sangat memperhatikan kedatangan berbagai gelombang yang berbeda untuk mempelajari seberapa banyak bahan bakar yang telah dilalui oleh ledakan tersebut dalam perjalannya.

"Setiap kali ini terjadi, panjang gelombang yang berbeda membentuk ledakan diperlambat oleh jumlah yang berbeda. Akhirnya, ledakan mencapai Bumi dengan penyebaran panjang gelombang tiba di teleskop pada waktu yang sedikit berbeda, seperti perenang di garis finish," kata rekan penulis studi Jean-Pierre Macquart.

Tim dari Swinburne University of Technology kini berfokus pada penentuan lokasi semburan di langit. "Kami akan dapat melokalisasi semburan hingga lebih dari seperseribu derajat," kata Shannon.

Mereka juga menambahkan, penemuan FRB terbaru sebagian besar disebabkan oleh teleskop Australia Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP).


Editor : Dini Listiyani