Jawab Surat Kominfo, Facebook Investigasi 50 Juta Akun Terpapar

Dini Listiyani ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 10:50 WIB
Jawab Surat Kominfo, Facebook Investigasi 50 Juta Akun Terpapar

Facebook menyebutkan peretasan dilakukan oleh aksi pelaku di luar sistem yang mendapatkan token pengguna dari celah keamanan pada fitur View As. (Foto: The Verge)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Facebook kembali terjerat dalam kasus keamanan. Setelah Cambridge Analytica, Facebook kini menjadi korban peretasan hacker yang menyebabkan 50 juta akun terpapar.

Mengetahui permasalahan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktur Jenderal Aplikasi Informatika melayangkan surat kepada Facebook pada 1 Oktober untuk meminta penjelasan. Apa jawabannya?

Pada 3 Oktober 2018 surat tersebut mendapat balasan dari Facebook. Dalam klarifikasinya, Facebook menyebutkan peretasan dilakukan oleh aksi pelaku di luar sistem yang mendapatkan token pengguna dari celah keamanan pada fitur 'View As'.

Token tersebut merupakan string numerik unik yang memungkinkan autentikasi akun pengguna fitur yang membuat orang melihat tampilan profile mereka.

"Untuk memperbaiki masalah dan melindungi pengguna, Facebook menyatakan tengah menginvestigasi dan melakukan update berkala," kata Facebook.

Adapun langkah yang telah diambil membahas celah keamanan atau kerentanan yang ada dan melakukan setting ulang atau reset token akses pengguna Facebook yang terdampak sehingga mengharuskan mereka masuk kembali ke Facebook. Mereka mengakui secara global sekitar 50 juta akun terdampak telah disetting ulang.

Langkah selanjutnya, Facebook telah memberitahu pengguna (setelah masuk kembali) melalui pesan di bagian atas Kabar Berita mereka, menonaktifkan sementara fitur 'Lihat Iklan' saat melakukan tinjauan keamanan, dan mengonfirmasikan adanya potensi penyalahgunaan data pelanggan kepada penegak hukum.

Dalam keterangan yang diterima iNews.id, Rabu (10/10/2018), Kominfo mendorong Facebook untuk mengumumkan kepada publik Indonesia panduan dan perlindungan terhadap pengguna di Tanah Air.


Editor : Dani Dahwilani