Misi Pertama SpaceX Bawa Astronot ke Luar Angkasa Juni 2019

Dini Listiyani ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 07:00 WIB
Misi Pertama SpaceX Bawa Astronot ke Luar Angkasa Juni 2019

NASA mengumumkan penerbangan awak pertama roket SpaceX ke International Space Station (ISS) pada Juni 2019. (Foto: Phys)

CALIFORNIA, iNews.id - National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengumumkan penerbangan awak pertama roket SpaceX ke International Space Station (ISS) pada Juni 2019. Penerbangan ini akan menjadi peluncuran berawak pertama Amerika Serikat (AS) ke laboratorium penelitian yang mengorbit karena program pesawat ulang-alik pensiun pada 2011.

Pensiunnya program pesawat ulang-alik memaksa astronot AS memasang laboratorium di atas Soyuz. Selain roket SpaceX, NASA juga akan melakukan misi menggunakan Boeing.

Penerbangan menggunakan Boeing akan berlangsung pada Agustus 2019. Jadwal untuk peluncuran telah ditunda beberapa kali, tapi NASA mengatakan sekarang akan menyediakan pembaruan bulanan.

"Proses baru untuk melaporkan jadwal kami lebih baik; namun, tanggal peluncuran masih tidak pasti dan kami mengantisipasi mereka bisa berubah saat kami semakin dekat untuk meluncurkan. Ini merupakan pesawat luar angkasa baru dan tim teknik memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum sistem siap terbang," ujar Direktur Commercial Spaceflight Development di markas NASA yang dikutip Phys, Rabu (10/10/2018).

Kedua misi dianggap sebagai tes. Kedua astronot yang diangkut di setiap penerbangan akan menghabiskan waktu dua minggu di atas ISS sebelum kembali ke bumi.

Dalam jangka panjang, NASA akan menggunakan SpaceX dan Boeing untuk membawa astronot ke ISS untuk misi reguler, yang berlangsung sekitar enam bulan.

SpaceX akan melakukan tes tidak berawak pada Januari 2019 dan Boeing pada Maret tahun depan. SpaceX akan menggunakan roket Falcon 9 untuk peluncurannya dengan kapsul Crew Dragon yang terpasang di atasnya.

Boeing Starliner ship akan didorong ke luar angkasa oleh roket Atlas V yang dibuat United Launch Alliance, sebuah usaha patungan dengan Lockheed Martin. NASA bergantung pada keberhasilan kedua misi itu karena kontraknya dengan Badan Antariksa Rusia berakhir pada November 2019.


Editor : Dani Dahwilani