5 Penemuan Besar yang Ditemukan Perempuan, Salah Satunya Radiasi

Dini Listiyani ยท Minggu, 09 Juni 2019 - 14:01 WIB
5 Penemuan Besar yang Ditemukan Perempuan, Salah Satunya Radiasi

5 penemuan besar yang ditemukan perempuan, salah satunya radiasi (Foto: Live Science, Raymond Gosling)

JAKARTA, iNews.id - Sebelum era modern, persepsi umum mengenai perempuan lebih berkaitan dengan peran mereka sebagai ibu dibandingkan ilmuwan. Padahal, banyak ilmuwan perempuan yang memiliki kontribusi dalam masyarkat dunia.

Mengutip List Verse, Minggu (9/6/2019), para ilmuwan perempuan sering ditolak pengakuan atas prestasi mereka. Padahal mereka bertanggung jawab atas banyak penemuan dan kemajuan dalam sains.

Sejumlah penemuan penting di dunia ini ternyata berhasil ditemukan oleh ilmuwan perempuan. Apa saja penemuan tersebut? Simak daftarnya.

1. HIV
Human immunodeficiency virus (HIV) telah menginfeksi lebih dari 70 juta orang dan membunuh lebih dari 35 juta sejak ditemukan pada 1980-an. HIV merupakan versi modern dari black plague dengan cara yang nyata.

Pada 2018, virolog Prancis Francoise Barre-Sinoussi berbagi Nobel Prize for Physiology or Medicine untuk Luc Montagnier dan Harald zur Hausen. Setengah dari hadiah diberikan kepada Barre-Sinoussi dan Montagnier untuk pekerjaan mereka menemukan HIV.

Tim Barre-Sinoussi mencaritahu apa yang menyebabkan AIDs. Diduga itu mungkin retrovirus, merekea menemukannya saat membedah kelenjar getah bening seseorang yang tertular AIDs. Menakutkannya, Barre-Sinoussi percaya, penyembuhan untuk HIB hampir tidak mungkin.

2. Slow Light
Tahukan Anda kecepatan cahaya bisa melambat dalam beberapa kasus? Fakta perlambatan cahaya ditemukan oleh fisikawan Denmark Lene Vestergaard Hau. Dalam ruang hampa, cahaya bergerak dengan kecepatan 299.792 km per detik. Namun, saat cahaya menembus materi, kecepatannya melambat.

Dengan menyuntikkan cahaya ke dalam sesuatu kondensat Bose-Einstein, Hau dan tim Harvardnya mampu memperlambat kecepatan cahaya menjadi hanya 27 km per jam. Lebih mencengangkan lagi, tim membuat pemberhentian ringan di kondensat Bose-Einstein.

3. Radiasi
Marie Curie, seorang ilmuwan Prancis yang lahir di Polandia menemukan banyak informasi yang diketahui saat ini sebagai radiasi. Dia mempelajari radiasi secara mendalam, termasuk uranium dan thorium, lalu menemukan keduanya sebagai material radioaktif. Dia juga menemukan cara untuk mengukur jumlah total radiasi.

Kendati demikian, klaim utamanya merupakan pernyataan berani (pada saat itu) di mana radioaktivitas tidak bergantung pada bentuk unsur tapi pada struktur atomnya. Dia adalah orang pertama yang menggunakan istilah radioaktivitas dan menemukan bidang studi ilmiah baru yang disebut fisika atom.

4. Struktur Bima Sakti
Profesor fisika Heido Jo Newberg di Rensselaer Polytechnic Institute terkenal karena kontribusinya terkait struktur galaksi Bima Sakti. Bima Sakti merupakan galaksi spiral berpalang yang berisi Tata Surya, mencakup setidaknya 100.000 tahun cahaya.

Newberg dan timnya menemukan Bima Sakti mengkanibal bintang dari galaksi yang lebih kecil. Selain itu, mereka juga menentukan Bima Sakti lebih besar dari yang diyakini sebelumnya dan memiliki lebih banyak riak.

Pada 2002, penelitan Newberg menemukan piringan Bima Sakti berombak. Ini menyebabkan perkiraan revisi lebar galaksi dari 100 ribu tahun cahaya menjadi sekitar 150 ribu tahun cahaya. Namun, para ilmuwan masih memperdebatkan pengukuran ini.

5. DNA
Ya, struktur DNA sebenarnya ditemukan oleh perempuan. Adalah Rosalind Franklin yang menemukan DNA bersama rekan-rekan prianya. Dia dibayangi oleh teman-temannya saat mereka menerima penghargaan.

Namun, dia memberikan kontribusi luar biasa untuk penemuan ini meskipun tidak mendapat perhatian. Dia berhasil mengambil foto DNA dari dekat. Foto tersebut kemudian disebut sebagai Photograph 51.


Editor : Dini Listiyani