Ammonite Berusia 100 Juta Tahun Ditemukan Terperangkap dalam Amber

Dini Listiyani ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 06:01 WIB
Ammonite Berusia 100 Juta Tahun Ditemukan Terperangkap dalam Amber

Ammonite berusia 100 juta tahun ditemukan terperangkap dalam amber (Foto: Bo Wang)

NAYPYITAW, iNews.id - Amber atau resin pohon yang menjadi fosil adalah sumber daya yang menarik untuk meneliti dunia 100 juta tahun lalu. Sebuah amber yang ditemukan para paleontolog memperlihatkan makhluk darat dan laut berdampingan.

Amber yang ditemukan di Myanmar itu mencakup enam siput laut dan ammonite dari Samudera. Empat isopoda intertidal yang tinggal di zona antara pasang dan surut juga terperangkap bersama dengan pasir pantai.

Untuk makhluk daratan, amber mencakup 22 tungau, yang tampaknya merupakan laba-laba goblin, 12 seranggan dewasa, dan seekor kaki seribu. Semua yang ada di amber adalah kumpulan makhluk yang luar biasa.

"Jarang menemukan organisme air dalam amber, dan sangat jarang menemukan organisme laut dalam amber, apalagi organisme laut makroskopik yang dicampur organisme air berair pasang, surut, darat, dan berpotensi air tawar," tulis peneliti dalam paper mereka yang dikutip dari Science Alert, Rabu (15/5/2019).

Bagian-bagian dari makhluk tersebut masih menjadi misteri. Misalnya, paleontolog, tidak bisa mengetahui berapa umur mereka.

Penanggalan Uranium dari zircons dalam matriks batuan vulkanik menunjukkan amber yang ditemukan diperkirakan berasal dari 98,8 juta tahun lalu. Tapi, lapisan batu pasir di atas amber dilaporkan mengandung fosil ammonite (mirip gurita, cumi-cumi, atau sotong) yang diperkirakan telah tiba di lokasi 113 juta tahun lalu.

Intertidal isopods. (Yu et al., PNAS, 2019)

Ammonite yang dimaksud tidak dideskripsikan maupun digambarkan dalam paper. Bahkan, tidak ada yang bisa menemukan fosil itu sendiri untuk melakukan pemeriksaan ulang.

Beruntung, di potongan amber yang sama sedikit lebih mudah untuk direkonstruksi. Di sinilah letak kuncinya yakni cangkang ammonite dan gastropoda dikikis ringan, sebagian besar cangkang ammonite hilang serta lubang tersumbat oleh pasir.

Resin tidak akan mengeres dengan baik saat terendam dalam air. Jadi, tidak mungkin gumpalan jatuh ke dalam air dan mengumpulkan hewan laut di sana sebelum berubah menjadi kuning.

Oleh karena itu, para ahli paleontolog menyimpulkan makhluk laut yang dilihat sudah mati, cangkangnya jatuh karena pasang dan terbawa ke pantai. Di sanalah mereka terperangkap dalam amber pohon.

"Kejadian luar biasa dari makrofosil laut makroskopis dalam resin menunjukkan hutan amber tumbuh dekat dengan pantai, mungkin di sebelah pantai, dan bisa saja menjadi sasaran peristiwa luar biasa," kata para peneliti.


Editor : Dini Listiyani