Astrofisikawan Temukan Bintang Vampir di Luar Angkasa Terdalam

Dini Listiyani ยท Selasa, 28 Januari 2020 - 05:45 WIB
Astrofisikawan Temukan Bintang Vampir di Luar Angkasa Terdalam

Astrofisikawan temukan bintang vampir (Foto: NASA and L. Hustak (STScI))

CALIFORNIA, iNews.id - Astrofisikawan dari Selandia Baru telah menemukan bintang yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Temuan tersebut dinamakan sebagai vampire star.

Ryan Ridden-Harper di Space Telescope Science Institute (STScI) melihat bintang vampir di luar angkasa. Menurut Ridden-Harper, penemuan adalah sebuah keberuntungan.

"Kami sedang melihat data yang diarsipkan dari Kepler Space Telescope. Awalnya saat saya melihatnya, saya pikir itu sangat terang sehingga harus diketahui. Tapi, akhirnya menjadi sesuatu yang sangat keren," katanya sebagaimana diberitakan dari Stuff, Selasa (27/1/2020).

Penemuan yang baru dilakukan Ridden-Harper diberi nama unik. Nama tersebut diambil dari perilaku bintang itu sendiri yang mirip dengan vampir.

"Bintang terdiri atas white dwarf dan pendamping brown dwarf, white dwarf dalah inti sisa dari bintang seperti Matahari yang menua. Dan, kita sangat dekat dengan brown dwarf sehingga mengisap esensi itu seperti vampir," ujarnya.

Teleskop Kepler, kata Ridden-Harper, adalah satu-satunya instrumen yang bisa menyaksikan bintang vampir. Sebab, sistem itu terlalu dekat dengan Matahari dari sudut pandang Bumi pada saat itu.

Jenis sistem dwarf nova relatif jarang, hanya sekitar 100 yang diketahui. Suatu sistem individu dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau beberapa dekade di antara ledakan-ledakan, sehingga menjadikannya sebuah tantangan untuk menangkapnya saat sedang beraksi.

Data dari Kepler mengungkapkan periode 30 hari, di mana dwarf nova dengan cepat menjadi 1.600 kali lebih terang sebelum meredup cepat dan secara bertahap kembali ke kecerahan normal.

"Lonjakan kecerahan disebabkan oleh material yang dilucuti dari brown dwarf yang sedang melingkari white dwarf dalam sebuah disk. Disk itu mencapai 21.792 derajat Fahrenheit hingga 11.700 derajak celsius di puncak super-outburst," kata Ridden-Harper yang dikutip dari Digital Trends.

Penemuan dwarf nova tidak terduga karena bukan itu yang dicari. Tapi, penemuan memberikan data yang sangat baik dan wawasan baru ke dalam sistem bintang vampir ini. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem vampir, tim ingin melihat lebih banyak data dari arsip Kepler dan sumber lain.


Editor : Dini Listiyani