Astronom Deteksi 4 Objek Misterius di Luar Angkasa

Dini Listiyani ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 09:01 WIB
Astronom Deteksi 4 Objek Misterius di Luar Angkasa

Astronom deteksi 4 objek misterius di luar angkasa (Foto: Norris et al., arXiv, 2020)

CALIFORNIA, iNews.id - Sebanyak empat objek aneh terdeteksi teleskop. Semua objek mempunyai bentuk bulat dan tiga di antaranya sangat cerah di sekitar tepi, seperti cincin atau gelumbung buram. 

Tim astronom internasional yang dipimpin oleh astrofisikawan Ray Norris dari Western Sydney University di Australia telah menjuluki objek tersebut sebagai ORC, kependekan dari Odd Radio Circles. ORC disebutkan dalam sebuah paper baru yang diunggah ke arXiv dan diserahkan ke Nature Astronomy. 

"Fitur sirkular terkenal dalam citra radio astronomi, dan biasanya mewakili objek bola seperti sisa supernova, nebula planetary, cangkang circumstellar, atau cakram tatap muka seperti cakram protoplanet atau galaksi pembentuk bintang. Mereka juga dapat muncul dari pencitraan artefak di sekitar sumber terang yang disebabkan oleh kesalahan kalibrasi atau dekonvolusi yang tidak memadai. Di sini, kami melaporkan penemuan kelas fitur melingkar dalam gambar radio yang tampaknya tidak sesuai dengan jenis objek atau artefak yang diketahui, tapi tampaknya menjadi kelas baru objek astronomi," kata peneliti.

ORC pertama kali ditemukan dalam kumpulan data selama akhir 2019 Pilot Survey of the Evolutionary Map of the Universe (EMU) yang dilakukan menggunakan Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP), salah satu array teleskop radio paling sensitif di dunia. 

Ketika para ilmuwan mulai melihat gambar-gambar yang terkumpul, mereka melihat sebuah lingkaran aneh yang samar. Mereka kemudian melihat yang lain. Lalu, mereka melihat yang lain lagi, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Jumat (10/7/2020).

Namun objek keempat ditemukan dalam data arsip yang dikumpulkan pada 2013 dengan Teleskop Radio Giant MetreWave, beberapa tahun sebelum ASKAP diaktifkan. Pengamatan tindak lanjut dari ORC 1 dan ORC 2 menggunakan teleskop yang berbeda, Australia Telescope Compact Array yang juga mengungkapkan benda-benda tersebut. Dan, mereka memang aneh. 

Keempat ORC berada pada garis lintang galaksi tinggi, sedikit jauh dari bidang galaksi, dan berdiameter 1 arcminute, sekitar 3 persen dari ukuran Bulan di langit malam. Keempatnya juga hanya terlihat dalam panjang gelombang radio, mereka sama sekali tidak terlihat dalam sinar-X, optik, atau panjang gelombang inframerah.

ORC bisa saja dikaitkan dengan aktivitas galaksi. Tapi, hanya dua ORC yang memiliki galaksi optik di dekat pusat emisi radio. Salah satu ORC terlihat agak berbeda. Tim percaya apa pun yang menyebabkan ORC ada di luar Bima Sakti, seperti gelombang kejut bola raksasa dari beberapa peristiwa besar.

“Beberapa kelas peristiwa transien seperti itu, yang mampu menghasilkan gelombang kejut berbentuk bola baru-baru ini ditemukan. Namun karena ukuran sudut ORC lebih besar, transien akan terjadi di masa lalu yang jauh,” kata peneliti.

Editor : Dini Listiyani