Bakteri Pemakan Karbon Dioksida Bisa Dijadikan Biofuel di Masa Depan

Dini Listiyani ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 05:42 WIB
Bakteri Pemakan Karbon Dioksida Bisa Dijadikan Biofuel di Masa Depan

Ilustrasi bakteri (Foto: Pixabay/ Geralt)

MOSKOW, iNews.id - Para ilmuwan berhasil menemukan terobosan terbaru. Bakteri yang diberi makan karbon dioksida rupanya dapat digunakan untuk menghasilkan biofuel di masa depan.

Bakteri Escherichia coli telah direkayasa oleh para ilmuwan di Weizmann Institute of Science untuk mengubah CO2 menjadi energi bagi diri sendiri dan biomassa yang dapat digunakan sebagai biofuel. Sebenarnya, beberapa bakteri Escherichia coli sudah digunakan untuk membuat biofuel.

Namun, bakteri Escherichia coli biasanya memakan gula, bukan zat yang melimpah secara bebas. Dengan menambahkan gen untuk enzim yang mengubah CO2 menjadi genom E.coli dan menghilangkan yang lain, tim mampu mengubah sumber yang digunakan bakteri untuk bertahan hidup.

Guna membuktikan mereka benar-benar kehilangan kebutuhan gula untuk bertahan hidup, para ilmuwan meninggalkan bakteri di laboratorium selama 200 hari. Sekembalinya ke bakteri mereka menemukan mikroba telah berhasil berevolusi dan tumbuh tanpa membutuhkan gula.

Ron Milo, orang yang memimpin studi mengatakan kepada The New Scientist tim tidak berharap dapat membuat perubahan dramatis pada genom bakteri. Beberapa pekerjaan masih akan diperlukan untuk mengurangi emisi CO2 bakteri, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Selasa (3/12/2019).

E.coli yang dimodifikasi dapat digunakan untuk menghasilkan bahan kimia lain di masa depan. Para ilmuwan bahkan dapat menggunakan CO2 yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari industri baja atau beton untuk menghasilkan insulin bagi penderita diabetes.

Frank Sargenti di Newcastle University mengatakan kepada The Scientist, teknologinya memiliki kemungkinan yang tidak terbatas. "Jenis evolusi terarah ini sudah menjadi jenis sains pemenang Nobel dan ini adalah contoh yang hebat," katanya.

E.coli bahkan, menurut penelitian, dapat dimanipulasi untuk menghasilkan zat yang ditemukan dalam jamur ajaib yang menangkal depresi. Sebuah tim dari Miami University secara genetik merekayasa bakteri untuk mengeluarkan psychoactive chemical psilocybin.


Editor : Dini Listiyani