Bill Gates: AI dan Terapi Gen Punya Power Menyelamatkan Nyawa

Dini Listiyani ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 13:30 WIB
Bill Gates: AI dan Terapi Gen Punya Power Menyelamatkan Nyawa

Founder Microsoft Bill Gates (Foto: AFP)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Founder Microsoft Bill Gates berpendapat kecerdasan buatan (AI) dan terapi gen adalah dua teknologi besar yang mempunyai kekuatan terbesar untuk mengubah kehidupan. Apa alasannya?

Dalam speech yang disampaikan pada 14 Februari di American Association for Advancement of Science, Gates mengatakan AI dapat memahami sistem biologis yang kompleks. Sementara alat berbasis gen mempunyai potensi untuk menyembuhkan AIDS.

Potensi AI baru saja direalisasikan sekarang dengan kekuatan komputasi dua kali lipat setiap 3,5 bulan. Seiring dengan perbaikan dalam menangani data, Gates yakin memungkinkan kemampuan mensintesis, menganalisis, melihat pola, mendapatkan wawasan, dan membuat prediksi di banyak dimensi lebih banyak dibanding yang dapat dipahami manusia.

Gates mengatakan bagian paling menarik dari AI adalah bagaimana mereka dapat membantu manusia memahami sistem biologis kompleks. Lalu, mempercepat penemuan terapi untuk meningkatkan kesehatan di negara-negara termiskin. Sementara itu, teknologi pengeditan gen akan membantu dengan vaksi, diagnostik, dan terapi.

"Ini memiliki potensi meningkatkan kesehatan, tidak hanya untuk kelainan genetik langka, tapi juga penyakit yang sebagian besar menimpa orang-orang di negara-negara miskin," kata Gates yang dikutip dari Cnet, Sabtu (15/2/2020).

Pada kesempatan yang sama, Gates juga membahas soal virus korona. Dia mengatakan kedua teknologi yang disebutkan tadi dapat membantu dengan tes diagnostik, pengobatan, dan pengembangan vaksin.

"Yayasan kami telah berkomitmen hingga 100 juta dolar AS untuk mengatasi virus korona baru ini karena kami percaya itu merupakan ancaman serius bagi kesehatan global. Uang ini akan mendukung upaya untuk mendeteksi, isolasi, dan menangani kasus yang dikonfirmasi, sehingga membantu negara-negara di Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan epidemi serta melindungi warga mereka yang paling rentan," ujar Gates.

Editor : Dini Listiyani