Eksperimen Ungkap Microgravity Mampu Menetralkan Sel Kanker

Dini Listiyani ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 05:27 WIB
 Eksperimen Ungkap Microgravity Mampu Menetralkan Sel Kanker

Eksperimen ungkap microgravity mampu menetralkan sel kanker (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Sejumlah risiko kesehatan menyertai astronot saat pergi ke luar angkasa. Efek microgravity dapat memengaruhi fisiologi manusia.

Namun, microgravity rupanya juga dapat bermanfaat bagi dunia medis. Sejak 2014, Joshua Chou, seorang dosen senior teknis biomedis di University of Technology Sydney telah menyelidiki bagaimana microgravity memengaruhi obat-obatan dan sel-sel dalam tubuh manusia.

Awal tahun depan, Chou dan tim penelitiannya akan melakukan perjalanan ke International Space Station (ISS) untuk menguji metode baru pengobatan kanker yang bergantung pada microgravity. Ide penelitian, kata Chou, berasal dari percakapannya dengan Stephen Hawking.

Selama percakapan, Hawking mengatakan tidak ada apa pun di semesta yang menentang gravitasi. Belakangan, saat seorang teman Chou didiagnosis mengidap kanker, dia ingat apa yang dikatakan Hawking dan mulai bertanya-tanya, Ápa yang akan terjadi pada sel kanker jika kita mengeluarkannya dari gravitasi?'

Sederhananya, kanker adalah penyakit di mana sel-sel mulai membelah tak terkendali dan menyebar ke bagian tubuh tertentu dan mengambilnya. Sel-sel kanker melakukan ini dengan berkumpul membentuk tumor padat di dalam tubuh.

Kemudian, tumor tumbuh sampai sel-sel diisyaratkan menyerang jaringan sehat seperti jantung, paru-paru, otak, hati, pankreas, dan lain-lain. Salah satu hambatan terbesar dengan penelitian kanker ini adalah tidak ada yang tahu persis kapan titik itu tercapai.

Namun, proses kanker tumbuh dan menyebar tampaknya menunjukkan ada cara di mana sel-sel mampu merasakan satu sama lain dan tertarik bersama untuk membentuk tumor. Para peneliti biomedis memahami satu-satunya cara sel dapat merasakan satu sama lain adalah melalui kekuatan mekanik.

Kekuatan itu berevolusi untuk bekerja di lingkungan yang ada gravitasi. Ini memotivasi Chou memikirkan cara-cara kurangnya gravitasi dapat menghambat kemampuan sel kanker untuk membelah dan menyebar.

Chou memiliki pengalaman dalam melakukan penelitian medis berbasis luar angkasa. Saat bekerja di Harvard, dia mengambil bagian dalam sebuah proyek yang menghasilkan penciptaan obat untuk mengobati osteoporosis. Sebagian dari penelitian mereka berlangsung di International Space Station.

"Pengalaman pertama ini melihat bagaimana lingkungan luar angkasa memengaruhi pemahaman kita tentang biologi sel dan perkembangan penyakit mengilhami saya untuk bertanya, 'Mengapa kita tidak bisa menerapkan strategi yang sama untuk mempelajari sel dan penyakit lain?''" kata Chou yang dikutip dari Science Alert, Kamis (5/12/2019).

Chou dan timnya telah menguji efek microgravity pada sel kanker di laboratorium mereka. Untuk melakukan ini, salah satu mahasiswa pascasarjananya menciptakan perangkat yang pada dasarnya adalah wadah berukuran kotak tisu dengan centrifuge kecil di dalamnya.

Sel-sel penyakit yang berbeda terkandung dalam serangkaian pods di dalam centrifuge, yang kemudian memutarnya hingga mereka mengalami sensasi microgravity. Seperti yang ditunjukkan Chou, hasilnya cukup bagus.

"Pekerjaan kami telah menemukan ketika ditempatkan dalam lingkungan microgravity, 80 hingga 90 persen sel dalam empat jenis kanker yang berbeda yang kami uji, ovarium, payudara, hidung, dan paru-paru, dinonaktifkan. Maksud saya, mereka mati atu mengambang karena tidak bisa bertahan. Keempat jenis kanker itu adalah beberapa yang paling sulit dibunuh," katanya.

Hal menarik dari penelitian ini adalah hasil-hasil diperoleh hanya dengan mengubah microgravity, tanpa bantuan obat-obatan. Saat mengalami kondisi microgravity, sel-sel kanker tidak dapat merasakan satu sama lain dan karena itu memiliki waktu yang sulit untuk bersatu.

Langkah berikutnya, yang akan terjadi awal tahun depan, melibatkan tim mengirim eksperimen mereka ke ISS dengan modul luar angkasa yang dirancang khusus. Chou dan rekan-rekannya akan menghabiskan durasi percobaan di lapangan, di mana mereka akan memantau kemajuan percobaan dan melakukan pencitraan sel hidup melalui data feeds.

Setelah percobaan selesai, sel-sel akan dibekukan untuk perjalan kembali ke Bumi. Chou dan rekannya akan memeriksanya terkait perubahan genetik.

Jika hasil di atas ISS mengkonfirmasi apa yang ditemukan Chou dan timnya di lab, dia berharap dapat mengembangkan perawatan baru yang mempunyai efek yang sama dengan microgravity dan menetralisir kemampuan sel kanker untuk merasakan satu sama lain.

Perawatan memang bukan penyembuhan tapi dapat menambah medical regimens anti-kanker yang ada. Dikombinasikan dengan obat-obatan dan kemotrapi, perawatan yang timbil dari penelitian ini secara efektif akan memperlambat penyebaran kanker dalam tubuh manusia, sehingga membuat perawatan konvensional lebih efektif dan murah.

Penelitian juga akan berguna di luar angkasa, di mana para astronot menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam lingkungan microgravity dan terpapar radiasi yang jauh lebih banyak.


Editor : Dini Listiyani