Hari Ketiga Magang di NASA, Seorang Remaja Berhasil Temukan Planet Baru

Dini Listiyani ยท Senin, 13 Januari 2020 - 18:21 WIB
Hari Ketiga Magang di NASA, Seorang Remaja Berhasil Temukan Planet Baru

TOI 1338 b mengorbit dua bintang induknya (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - NASA belum lama ini membuat pengumuman yang mengejutkan. Badan antariksa telah menemukan sebuah planet yang mengorbit dua Matahari.

Penemuan yang diumumkan NASA adalah temuan pertama yang dibuat oleh satelit antariksa pemburu planet baru yang dikenal sebagai TESS. Tapi, hal yang lebih luar biasa adalah planet ditemukan oleh seorang siswa menengah yang sedang magang di hari ketiganya.

"Saya sedang melihat melalui data semua yang telah ditandai oleh sukarelawan sebagai biner gerhana, sebuah sistem di mana dua bintang mengelilingi satu sama lain dan dari pandangan kami saling berhadapan setiap orbit. Sekitar tiga hari sebelum magang, saya melihat sinyal dari sistem yang disebut TOI 1338. Awalnya saya pikir itu adalah gerhana Matahari, tapi waktunya salah. Ternyata itu sebuah planet," kata remaja bernama Wolf Cukier yang diberitakan Metro, Senin (13/1/2020).

Planet baru dinamai sebagai TOI 1338 b sehubungan dengan sistem yang dihuninya. Planet tersebut berukuran 6.9 kali ukuran Bumi dan menempatkannya di suatu tempat antara Neptunus dan Saturnus.

Dua bintang saling mengorbit setiap 15 hari. Satu sekitar 10 persen lebih masif dari Matahari sedangkan yang lainnya lebih dingin, redup, dan hanya sepertiga massa Matahari.

Setelah mengidentifikasi peredupan TOI 1338 b yang disebabkan bintang induknya, tim peneliti menggunakan paket software yang disebut eleanor (Eleanor Arroway), karakter utama dalam novel Carl Sagan's Contact untuk mengkonfirmasi transit itu nyata dan bukan hasil instrumental.

"Di seluruh gambarnya, TESS memantau jutaan bintang. Itu sebabnya tim kami menciptakan eleanor. Ini cara yang dapat diakses untuk mengunduh, menganalisis, dan memvisualisasi data transit. Kami mendesainnya dengan mempertimbangkan planet tapi anggota komunitas lainnya menggunakannya untuk mempelajari bintang, asteroid, dan bahkan galaksi," ujarnya.

Meskipun penelitian yang dihasilkan telah dipublikasikan sekarang, penemuan yang sebenarnya terjadi pada musim panas lalu.

Editor : Dini Listiyani