Ilmuwan Mengamati Es Superionik Pembentuk Bagian Dalam Planet

Dini Listiyani ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 06:16 WIB
Ilmuwan Mengamati Es Superionik Pembentuk Bagian Dalam Planet

Ilmuwan mengamati es superionik pembentuk bagian dalam planet (Foto: LLNL)

ALIFORNIA, iNews.id - Para peneliti mengamati es panas 'eksotis' yang menurut mereka bisa ada di sebagian besar alam semesta. Bagaimana cara para peneliti melakukannya?

Sekarang dengan menggunakan laser raksasa untuk mem-flash air yang membeku, para ilmuwan mengatakan mereka telah mampu mengamati struktur mikroskopis dari zat hibrida yang bertindak seperti zat padat serta cair.

"Kami ingin menentukan struktur atom air superionik. Tapi, mengingat kondisi ekstrem di mana keadaan sulit dipahami ini diprediksi stabil, mengompres air ke tekanan dan suhu seperti itu serta secara bersamaan mengambil snapshot dari struktur atom adalah tugas yang sangat sulit, yang membutuhkan desain eksperimental yang inovatif," kata fisikawan LLNL Federica Coppari yang merupakan co-lead penulis paper ini yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (14/5/2019).

Untuk melakukan pengamatan, para peneliti mengatakan mereka menggunakan salah satu laser yang paling kuat di dunia, OMEGA Laser, di Laboratorium Rochester for Laser Energetics. Keenam laser itu digunakan untuk menghasilkan gelombang kejut dan mengompres air menjadi antara satu hingga empat juta kali tekanan atmosfer Bumi dan 3.300 hingga 5.000 derajat fahrenheit.

Sementara guna menangkap struktur es-air superionik yang baru terbentuk, para peneliti menggunakan 16 tambahan laser pulses untuk meledakkan lembaran besi yang menciptakan sinar-X yang mampu menerangi kristal.

"Pola difraksi sinar-X yang kami ukur adalah tanda yang jelas untuk pembentukan kristal es padat selama kompresi gelombang kejut yang sangat cepat menunjukkan nukleasi es padat dari air cair cukup cepat untuk diamati dalam skala waktu nanodetik dari percobaan," kata Coppari.

Eksperimen ini tidak hanya menambah jumlah bukti dan sains yang tumbuh seputar es superionik yang misterius. Tapi, juga bisa berimplikasi pada inti raksasa es seperti Uranus dan Neptunus.

Saat hipotesis sebelumnya mengemukakan inti planet kemungkinan mirip Bumi, penemuan terbaru justru menunjukkan substansi es misterius yang diamati oleh para peneliti merupakan kandidat yang lebih mungkin.

"Mungkin lebih baik untuk membayangkan es superionik akan mengalir mirip dengan mantel Bumi, yang terbuat dari batuan padat, namun mengalir dan mendukung gerakan konvektif skala besar pada rentang waktu geologis yang sangat panjang. Ini secara dramatis bisa memengaruhi pemahaman kita mengenai struktur internal dan evolusi planet raksasa es, serta semua sepupu extra-solar," ujarnya.

Bukti dari zat ini mengkonfirmasi proyeksi yang berasal dari 1988, saat para ilmuwan meramalkan tekanan oksigen dan hidrogen di dalam inti planet air akan menciptakan es superionik.


Editor : Dini Listiyani

TAG : science