Ilmuwan Temukan Situs Besar Akibat Asteroid di Greenland

Dini Listiyani ยท Senin, 19 November 2018 - 05:45 WIB
Ilmuwan Temukan Situs Besar Akibat Asteroid di Greenland

Ilmuwan Temukan Situs Besar Akibat Asteroid di Greenland (Foto: Carl Toft)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Sebuah asteroid selebar satu mil menghantam Greenland utara pada 12.000 tahun lalu. Akibatnya, terciptalah sebuah situs seperti kawah besar.

Kawah tersebut ditemukan di bawah Gletser Hiawatha, lapisan es Greenland setebal 1 km, setelah survei radar ekstensif oleh sekelompok peneliti Denmark. Menggunakan data yang dikumpulkan oleh program NASA memetakan es, para peneliti Denmark menemukan depresi semi-melingkar yang khas di tepi gletser pada 2015.

"Kami segera tahu ini merupakan sesuatu yang istimewa tapi pada saat yang sama menjadi jelas bahwa akan sulit untuk mengonfirmasi asal-usul depresinya," kata pemimpin peneliti studi Kurt H. Kjaer seperti dikutip dari Cnet, Senin (19/11/2018).

Tim harus memetakan kawah itu sendiri untuk melakukan penelitian. Dengan menggunakan pesawat penelitian Jerman berteknologi radar generasi baru, tim ini melakukan analisis yang lebih menyeluruh dan fokus pada situs tersebut, mengungkapkan kontur berbentuk kawah.

Tapi, untuk mengonfirmasi kawah dibuat oleh asteroid, para ilmuwan menginginkan beberapa bukti fisik. Memilah-milah pasir di depan gletser mengungkapkan, kuarsa yang terguncan dan bentuk yang diciptakan oleh tekanan kuat.

Temuan-temuannya memungkinkan tim untuk membuat prediksi awal data-driven soal penyebabnya yakni asteroid kaya besi yang bertabrakan dengan Bumi, menembus sekitar 7 km ke dalam kerak Bumi.

Dampak awalnya menyebabkan rongga yang berdiameter sekitar 20 km, sebelum ambruk ke kedalam 800 meter menjadi situs yang dilihat saat ini. Tapi, kapan asteroid menghantam Bumi?

Tim belum begitu yakin tentang waktu asteroid menghantam Bumi. Mereka tahu peristiwa itu terjadi pada masa Pleistosen. Perkiraan saat ini, berdasarkan profil geologi, tampaknya menunjukkan kawah cukup muda, tapi analisis lebih lanjut diperlukan.

"Ini akan menjadi tantangan karena mungkin akan membutuhkan pemulihan materi yang meleleh selama dampak dari bagian bawah struktur," kata Kjaer.

Menanggulangi tabrakan dengan akurat akan memberikan penelitian masa depan pemahaman yang lebih baik tentang konsekuensi dari dampak semacam itu dan bagaiman akibatnya terhadap lingkungan di Bumi.


Editor : Dini Listiyani