Ilmuwan Ungkap Asal Mumi Tertua di Dunia

Dini Listiyani ยท Minggu, 11 November 2018 - 07:01 WIB
Ilmuwan Ungkap Asal Mumi Tertua di Dunia

Ilmuwan Ungkap Asal Mumi Tertua di Dunia (Foto: Natural History Museum of Denmark )

SAN FRANCISCO, iNews.id - Teka-teki asal kerangka berusia 10.700 tahun yang ditemukan di Nevada hampir 80 tahun lalu telah terpecahnya. Sekuensing DNA purba menunjukkan mumi tertua di dunia itu merupakan penduduk asli Amerika.

Saat menelusuri migrasi manusia purba melalui Amerika, tim yang dipimpin profesor dalam ekologi dan evolusi di University of Cambridge Eske Willerslev menegaskan Spirit Cave Mummy, mumi tertua yang ditemukan di Amerika Utara merupakan nenek moyang kuno dari suku Fallon Paiute-Shoshone.

Mumi pertama kali ditemukan pada 1940 oleh Sydney dan Gearge Wheeler di sebuah gua kering di Nevada, terbungkus selimut dan anyaman terbuat dari alang-alang. Kondisi kering membantu mumi mempertahankan sisanya tubuhnya.

Pada 1996, penanggalan radiokarbon menunjukkan sisa-sisa jasad berusia 9.400 tahun, sehingga menjadikannya mumi tertua di Amerika Utara. Setahun kemudian, suku Fallon Paiute-Shoshone membuat klaim untuk memulangkan tulang dan melarang untuk mengakses jasad.

Setelah mendapat izin dari suku, Willerslev melakukan analisis genetik tulang pada 2016 dan menunjukkan, mumi itu paling erat hubungannya dengan penduduk asli Amerika. Akibatnya, jasad itu diserahkan ke suku Fallon Paiute-Shoshone dan dimakamkan kembali.

Temuan itu muncul sebagai bagian dari penelitian internasional, yang menelusuri pergerakan historis manusia melalui Amerika Utara dan Selatan. Analisis DNA esktensif terhadap sisa-sisa manusia yang berusia antara 600 hingga 12.000 tahun menunjukkan, manusia dengan cepat bergerak melintas benua selama Zaman Es 13.000 tahun yang lalu.

Membandingkan profil DNA, dalam sisa-sisa jasad kuno yang ditemukan dari Alaska ke Patagonia membantu tim peneliti memahami bagaimana manusia bergerak melalui wilayah tersebut dalam sejarah. Studi kedua, yang diterbitkan di Cell Thursday, mempelajari perubahan genetik selama 11.000 tahun terakhir, menemukan hubungan genetik antara sampel dari Chili, Brasil, dan yang ditemukan di Montana dari periode waktu yang sama.

Berdasarkan analisis yang dilansir dari Cnet, Minggu (11/11/2018), penelitian baru menunjukkan manusia tersebar cepat di Amerika Utara dan Selatan sekitar 10.000 tahun yang lalu.


Editor : Dini Listiyani

TAG : studi