Ini Komentar Ilmuwan yang Mengungkap Foto Black Hole

Dini Listiyani ยท Kamis, 11 April 2019 - 20:29 WIB
Ini Komentar Ilmuwan yang Mengungkap Foto Black Hole

Wujud black hole akhirnya bisa terlihat. (Foto: Space)

 

CALIFORNIA, iNews.id - Wujud black hole akhirnya bisa terlihat. Untuk pertama kalinya, umat manusia telah memotret salah satu benda kosmik yang sulit dipahami tersebut.

"Kami telah melihat apa yang kami pikir tidak bisa dilihat," kata Sheperd Doeleman dari Harvard University dan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Doeleman mengarahkan proyek Event Horizon Telescope (EHT) yang menangkap citra epik. Setidaknya ada empat foto yang diluncurkan di berbagai acara pers seluruh dunia dan dalam serangkaian paper yang diterbitkan.

Gambar yang ditangkap memang cukup mengejutkan. Tapi yang terpenting, kata peneliti, adalah hasil foto kemungkinan akan menjadi 'kobaran api.'

"Ada bidang baru untuk dijelajahi," kata professor of physics and the history of science di Harvard Peter Galison.

Galison yang ikut mendirikan Black Hole Initiative (BHI) interdisipliner Harvard, membandingkan dampak potensial citra tersebut dengan gambar yang dibuat oleh ilmuwan Inggris Hooke pada 1600-an.

Ilustrasi ini menunjukkan kepada orang-orang seperti apa serangga dan tanaman melalui mikroskop. "Itu membuka dunia," ujarnya saat mengomentari pekerjaan Hooke.

Teleskop Seukuran Bumi

GT adalah konsorsium lebih dari 200 ilmuwan yang telah bekerja selama sekitar dua dekade. Proyek ini mengambil nama dari titik terkenal black hole, batas di mana tidak ada apa pun bahkan cahaya.

"Event horizon adalah tembok penjara pamungkas. Begitu masuk, kamu tidak akan pernah bisa keluar," kata BHI Founding Director Avi Loeb.

Oleh karena itu mustahil untuk memotret interior black hole, kecuali jika Anda berhasil masuk ke sana sendiri. Jadi, EHT menggambarkan event horizon, memetakan siluet gelap black hole.

"Kami mencari hilangnya foton," kata anggota dewan sains EHT Dan Marrone.

Proyek ini meneliti dua black hole, raksasa M87 yang menampung sekitar 6,5 miliar kali massa matahari bumi dan lubang hitam pusat galaksi Bima Sakti yang terkenal sebagai Sagittarius A*, yang masih suppermassive black hole.

Kedua benda langit tersebut adalah sasaran yang sulit karena jaraknya yang sangat jauh dari bumi. Sagittarius A* terletak sekitar 26.000 tahun cahaya dari bumi dan M87 berjarak 53,5 juta tahun cahaya.

Tidak ada teleskop tunggal di bumi yang bisa melakukan pengamatan itu. Oleh karena itu, Doeleman dan anggota tim EHT lainnya harus lebih kreatif.

Para peneliti telah menghubungkan teleksop radio di Arizon, Spanyol, Meksiko, Antartika, dan tempat-tempat lain di seluruh dunia, membentuk instrumen virtual seukuran bumi.


Editor : Tuty Ocktaviany