Jalur Primitif Ini Bantu Proses Pembangunan Piramida Mesir

Dini Listiyani ยท Kamis, 08 November 2018 - 05:20 WIB
Jalur Primitif Ini Bantu Proses Pembangunan Piramida Mesir

Jalur Primitif Ini Bantu Proses Pembangunan Piramida Mesir (Foto: iStock)

CALIFORNIA, iNews.id - Piramida Mesir merupakan keajaiban arsitektur. Namun, bagaimana cara Mesir kuno membangunnya ribuan tahun tetap menjadi misteri.

Sebuah penemuan arkeologi baru memberi penjelasan tentang bagaimana beberapa blok batu dipindahkan. Di tambang alabaster (sejenis mineral atau batu yang lembut) Hatnub, tanjakan berusia 4.500 tahun yang memungkinkan bagaimana batu-batu itu dipindahkan keluar dari tambang sehingga mereka bisa dibawa ke lokasi pembangunan.

Material konstruksi utama piramida merupakan batu kapur, sementara beberapa alabaster digunakan untuk lantai dan peti mati. Tapi, sistem yang digunakan untuk memindahkan alabaster ditambang yang berasal dari masa Pemerintah Raja Khufu pada Dinasti ke-4, mungkin juga digunakan di pertambangan lain.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kepurbakalaan Mesir Mustafa Waziri, ini merupakan penemuan penting. Sebab, menjadi bukti pertama yang menunjukkan bagaimana blok-blok berat diangkat dan dipindahkan dari pertambangan.

Saat masih sedikit misteri tentang bagaimana blok batu kapur berat diangkut ke sisi piramida, sistem jalan bisa berisi beberapa petunjuk penting.

"Sistem bergerak terdiri atas jalan utama, dikelilingi oleh dua set tangga yang berisi lubang pos," kata arkeolog Yannis Gourdon of the Institut Français d'Archéologie Orientale sebagaimana dikutip dari Sciene Alert, Rabu (8/11/2018).

Lubang-lubang ini akan memiliki tiang kayu yang kuat. Blok alabaster akan ditempatkan pada papa kayu dan sistem menggunakan tali akan melilit di sekitar pangkal, bertindak seperti katrol guna melipatgandakan kekuatan yang diberikan untuk membantu mengangkut batu besar ke atas lereng 20 derajat atau lebih.

Selain jalan, para arkeolog juga menemukan setidaknya 100 prasasti yang memperingati kunjungan Firaun ke tambang alabaster Hatnub dan tempat tinggal batu untuk para pekerja tambang.

"Tim ini menemukan empat batu steles. Salah satu steles menunjukkan gambar orang yang berdiri dan tiga lainnya memiliki prasasti hieratata yang tidak jelas karena kondisi pemeliharaannya buruk," kata arkeolog Roland Enmarch dari Universitas Liverpool.

Tim restorasi, kata Enmarch, sedang mengerjakan pemeliharaan prasasti serta survei epigrafi struktur tempat tinggal di sekitar tambang.


Editor : Dini Listiyani