Kristal Asing Kemungkinan Ada di Danau Bulan Saturnus

Dini Listiyani ยท Kamis, 27 Juni 2019 - 06:07 WIB
Kristal Asing Kemungkinan Ada di Danau Bulan Saturnus

Kristal asing kemungkinan ada di danau Bulan Saturnus (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Para ilmuwan telah me-recreated kondisi seperti Titan di laboratorium. Mereka menemukan molekul organik dari atmosfer Titan bisa membentuk cincin kristal asing di sekitar danau metana yang memenuhi permukaan Bulan Saturnus.

Sebelumnya, tim yang dipimpin para peneliti di Jet Propulsion Laboratory (JPL) telah menemukan dua mineral molekuler ini. Sekarang, mereka telah menemukan yang ketiga, terbuat dari asetilena dan butana, dan dipercaya bisa menjadi yang paling berlimpah.

"Kami telah menunjukkan sebelumnya beberapa molekul organik siap membentuk co-crystals dalam kondisi yang relevan dengan Titan, termasuk asetilena. Kami melaporkan di sini bukti awal co-crystal ketiga antara asetilena dan butana, yang bisa menjadi mineral molekul paling umum ditemukan sejauh ini," bunyi laporan abstrak yang dikutip dari Science Alert, Kamis (27/6/2019).

Bumi memiliki asetilena dan butana, di mana mereka digunakan sebagai gas. Kedua senyawa tersebut diyakini sangat umum di Titan, dan juga dihasilkan atmosfer Bulan yang kabur.

Tapi tak seperti Bumi, saat senyawa ini jatuh ke permukaan Titan, mereka cukup dingin sehingga benar-benar membentuk kristal padat. Faktanya, saat tim peneliti membuat Titan soup mini di laboratorium, mereka menemukan tidak hanya senyawa menjadi padat, tapi bergabung membentuk co-crystal yang tidak ditemukan di Bumi.

Dengan menggunakan nitrogen cair, para ilmuwan mendinginkan ruang yang telah dirancang khusus untuk suhu Titan, menambahkan banyak bahan seperti metana-etana dan asetilena-butana. Selanjutnya, mereka menggunakan teknik yang disebut Raman spectroscopy untuk memeriksa struktur kristal yang dihasilkan.

Kristal pertama yang terbentuk adalah benzene. Lalu, asetilena dan amonia membentuk co-crystal kedua. Sekarang, co-crystal butana-asetilena telah terungkap, dan mungkin jauh lebih umum dibanding dua yang lainnya.

"Co-crystal terbentuk dalam beberapa menit pada 130K, dan stabil saat didinginkan ke suhu permukaan Titan (90K). Sebuah studi stabilitas termal menunjukkan kristal ini tetap utuh hingga 180K," tulis tim.

Menariknya adalah co-crystal ini tidak muncul begitu saja. Sebaliknya, struktur kristal asing kemungkinan akan terlihat mengelilingi danau metana Titan. Hal ini dikarenakan senyawa jatuh dari langit, mereka larut di danau.

Saat benda-benda cair ini menguap, senyawa-senyawa ini bisa membentuk co-crystal evaporitesdi sekitar tepinya. Sekarang tidak diketahui secara pasti ini adalah pemandangan yang akan ditemukan saat mengunjungi Bulan Saturnus atau tidak. Tapi, ada tanda-tanda yang menjanjikan.

Gambar Near-infrared Cassini dari Titan menunjukkan sesuatu yang reflektif, cincin evaporite berwarna oranye di sekitar danau di belahan utara Bulan.

"Kami belum tahu apakah kami memiliki bathtub rings. Sulit untuk melihat melalui atmosfer kabur Titan," kata astrochemist Morgan Cable dari NASA's Jet Propulsion Laboratory.

Tim di Bumi masih memiliki banyak pekerjaan yang perlu dilakukan agar mendapatkan gambar yang lebih jelas. Bagian selanjutnya dari penelitian ini akan melibatkan studi lebih lanjut mengenai co-crystal itu sendiri, serta mencari lebih banyak mineral molekuler yang mungkin ada di Titan.

Editor : Dini Listiyani