Misi Luar Angkasa di 2019, Ada Tes Starship Milik SpaceX

Dini Listiyani ยท Senin, 07 Januari 2019 - 06:01 WIB
Misi Luar Angkasa di 2019, Ada Tes Starship Milik SpaceX

Ilustrasi (Foto:Astrobotic)

CALIFORNIA, iNews.id - Pada 2018, banyak berita luar angkasa melibatkan roket besar atau robot spacecraft baru. Namun, pada 2019, tampaknya akan lebih fokus pada satu benda langit yakni Bulan.

Bagi pengamat langit, super blood wolf moon (kombinasi gerhana Bulan total dan titik terdekatnya ke Bumi) akan dipertunjukkan pada akhir Januari. Banyak organisasi luar angkasa memiliki rencana besar untuk satelit Bumi ini.

Dengan banyaknya rencana besar untuk Bulan, artinya tahun ini akan banyak berita yang berkaitan dengan satelit Bumi ini. Meskipun tidak semua misi akan ke Bulan. Nah, berikut ini rencana misi luar angkasa di 2019 sebagaimana dirangkum dari Cnet, Senin (7/1/2019).

Lebih Banyak Peluncuran
Tentu saja tidak semua misi luar angkasa akan menuju ke Bulan pada 2019. Banyak peluncuran satelit dan misi ke International Space Station (ISS) juga direncanakan. Saat ini setidaknya beberapa dari mereka akan memanfaatkan SpaceX Falcon Heavy.

CEO SpaceX, Elon Musk juga telah berjanji akan ada penerbangan tes pendek pertama Starship yang akan membawa manusia ke Bulan, Mars, dan seterusnya. Tes kemungkinan akan hadir setelah demonstrasi produk SpaceX penting lainnya.

Peluncuran penting lainnya terjadi pada Februari 2019. Pada bulan tersebut roket Soyuz Rusia akan membawa 10 satelit OneWeb pertama yang dirancang untuk menyediakan layanan internet broadband dari orbit Bumi terendah. Musk dan SpaceX telah berjanji meluncurkan layanan yang bersaing di tahun-tahun mendatang dengan konstelasi hingga 12.000 satelit kecil.

Selain Musk, Virgin Orbit dari Richard Branson akan lebih dekat ke layanan peluncuran satelitnya sendiri. Sedangkan, Virgin Galactic bisa mengirim konsumen berbayar pertamanya ke luar angkasa untuk misi travelling.

Lebih Banyak Misi Milestones
Saat tahun baru dimulai, banyak misi sudah berlangsung dan beberapa akan mencapai target mereka selama 12 bulan ke depan. Aksi itu dimulai pada awal 2019 saat New Horizons terbang di sabuk Kuiper.

Beberapa pesawat luar angkasa lainnya akan semakin dekat dengan batuan antariksa pada 2019. Baik Hayabusa-2 Jepang dan NASA Osiris-Rex akan menghabiskan sebagian tahun membuat persiapan untuk menggesek sampel asteroid Ryugu dan Bennu. Hayabusa-2 dijadwalkan untuk mengumpulkan sampelnya tahun ini sedangkan Osiris-Rex menunggu hingga 2020.

Di samping itu, ada pesawat luar angkasa NASA Juno dijadwalkan membuat tujuh lintasan lebih dekat dengan Jupiter pada 2019. Di dunia yang jauh lebih kecil, Mars Insight akan mulai bekerja mengebor permukaan Planet Merah untuk menjelajahi interiornya dan mendengarkan Marsquakes.

Pada April dan September 2019, Parker Solar Probe yang diluncurkan pada 2018 kemungkinan akan kembali mendekati Matahari. Kemudian, di Desember akan menggunakan bantuan gravitasi Venus untuk mendapatkan lebih cepat, memecahkan rekor sendiri, dan meluncur lebih dekat ke Matahari dibanding sebelumnya.

Tidak ada banyak penyelidikan ilmiah dan teleskop diluncurkan pada 2019. Namun, hanya ada satu tracking, Europe's Characterizing Exoplanet Satellite (Cheops), yang dimaksudkan memberikan pandangan yang lebih baik pada exoplanet di sekitar bintang jauh. Satelit akan diluncurkan pada November 2019.

Event Luar Angkasa
Tahun mendatang akan menghadirkan sederetan hujan meteor. Tapi, diperkirakan tidak akan menghasilkan ledakan meteor yang menonjol, terutama komet cerah untuk para pengamat langit. Di 2019 akan ada event yang layak ditunggu.

Dimulai pada 20 Januari, akan ada event super blood wolf moon yang terjadi setiap beberapa tahun. Beberapa peristiwa langit yang langka untuk ditandai pada kalender Anda termasuk transit Merkurius melintasi Matahari pada 11 November 2019.

Ada juga Gerhana Matahari Total lainnya seperti yang jutaan orang di Amerika Serikat (AS) pada 2017. Tapi, event pada 2 Juli ini hanya akan terlihat di bagian Amerika Selatan dan South Pacific.

Terakhir, akan ada feedback dari asteroid yang sangat aneh bernama 1999 KW4 melakukan kunjungan sekali setiap 18 tahun. Asteroid yang berpotensi berbahaya ini sangat besar, diameternya hingga 3km. Asteroid ini merupakan sistem biner yang artinya mengorbit oleh Bulan asteroid yang lebih kecil.

Meskipun diklasifikasikan berpotensi berbahay karena ukurannya, asteroid akan berada pada jarak yang sangat aman, lebih dari 5 juta km (3.1 juta mil).


Editor : Dini Listiyani