Pesawat Luar Angkasa NASA Melihat Gumpalan Partikel di Permukaan Bennu

Dini Listiyani ยท Kamis, 21 Maret 2019 - 05:47 WIB
Pesawat Luar Angkasa NASA Melihat Gumpalan Partikel di Permukaan Bennu

Pesawat luar angkasa NASA melihat gumpalan partikel di permukaan Bennu (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA baru tiga bulan melakukan investigasi close-up ke asteroid dekat Bumi, Bennu. Tapi, para ilmuwan telah menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Para ilmuwan menyebutkan pesawat luar angkasa OSIRIS-Rex telah mengamati gumpalan partikel yang meletus dari permukaan Bennu. Pengamatan awal menunjukkan, objek kemungkinan lebih tua dari perkiraaan sebelumnya.

Fitur di permukaan sekarang menunjukkan, gumpalan bisa berusia 100 juta hingg satu miliar tahun. Gumpalan partiket kemungkinan berasal dari sabuk asteroid utama.

Serangkaian makalah yang diterbitkan minggu ini melaporkan temuan awal dari misi OSIRIS-Rex di asteroid Bennu. Banyak pusat penelitian mengenai serangkaian fitur permukaan yang tidak terduga terlihat selama beberapa bulan pertama. Namun, tidak ada yang tampak lebih menarik dibanding penemuan bulu-bulu partikel.

"Penemuan bulu-bulu merupakan salah satu kejutan terbesar dalam karies ilmiah saya. Dan, medan yang kasar bertentangan dengan semua prediksi kami. Bennu sudah mengejutkan kami, dan perjalanan kami yang mengasyikkan baru saja dimulai," kata Penyelidik Utama OSIRIS-Rex di University of Arizona Dante Lauretta yang dilaporkan Daily Mail, Kamis (21/3/2019).

Tim juga mengatakan mereka menemukan lebih banyak batu besar berada di permukaan dibanding perkiraan sebelumnya. Artinya, bagian Touch-and-Go (TAG) yang dirancang dari misi perlu disesuaikan.

Selama fase ini, OSIRIS-Rex akan turun untuk mengumpulkan sample. Meskipun sebelumnya direncanakan untuk situs sample seluas 82 kaki, para peneliti sekarang mengatakan, mereka harus menargetkan area yang lebih kecil.

"Tiga bulan pertama OSIRIS-Rex mengingatkan kita tentang apa itu penemuan- kejutan, pemikiran cepat, dan fleksibilitas. Kami mempelajari asteroid seperti Bennu untuk belajar mengenai asal usul tata surya. Sample OSIRIS-Rex akan membantu kami menjawab beberapa pertanyaan terbesar tentang dari mana kami berasal," kata Planetary Science Division di NASA Headquarters di Washington Lori Glaze.

Pengamatan OSIRIS-Rex juga muncul untuk mengkonfirmasi keberadaan mineral terhidrasi di seluruh objek kuno. Diperkirakan asteroid ini bisa mengirim materi kaya karbon ke Bumi sejak lama.

Meski bisa membantu meningkatkan pemahaman manusia soal tata surya awal, fitur-fitur juga akan menimbulkan tantangan bagi misi karena para ilmuwan berharap untuk menggalinya lebih dalam.

"Bennu telah memberi kami tantangan untuk menghadapi medan yang berat, dan kami yakin OSIRIS-Rex bisa melakukan tugas itu," kata Project Manager OSIRIS-Rex di NASA's Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland.


Editor : Dini Listiyani