Tatapan Mona Lisa Mengikuti Orang Dianggap Mitos

Dini Listiyani ยท Minggu, 13 Januari 2019 - 11:01 WIB
Tatapan Mona Lisa Mengikuti Orang Dianggap Mitos

Lukisan Mona Lisa (Foto: Shutterstock)

CALIFORNIA, iNews.id - Hampir semua orang mengetahui lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Banyak orang yang percaya, pandangan wanita dalam lukisan tersebut mengikuti orang yang melihatnya.

Namun, pengetahuan tersebut ternyata salah. Mata wanita dalam Mona Lisa tidak mengikuti viewer-nya atau mitos. Fakta tersebut diungkap dalam sebuah studi baru.

Studi baru menemukan, wanita dalam lukisan terkenal Mona Lisa benar-benar memandang ke sudut berjarak 15.4 derajat di sebelah kanan orang yang memandangnya. Dengan kata lain, menurut penulis studi Gernot Horstmann, dia tidak memandang orang yang memperhatikannya.

Efek Mona Lisa yang Keliru
Gara-gara kepercayaan itu, foto atau lukisan yang tampaknya mengikuti orang yang melihatnya disebut efek Mona Lisa. Efek itu, kata Horstmann, benar-benar ada.

Jika seseorang diilustrasikan atau difoto menatap lurus ke depan, bahkan orang yang melihat potret dari sudut akan merasa mereka sedang melihat. Selama sudut tatapan orang tersebut tidak lebih dari lima derajat ke kedua sisi, efek Mona Lisa terjadi.

Ini penting untuk interaksi manusia dengan karakter di layar. Jika Anda ingin seseorang pergi ke sisi kanan ruangan untuk merasakan seseorang on-screen sedang melihatnya, kata Horstmann, Anda tidak memotong pandangan karakter ke sisi itu. Sebaliknya, Anda menjaga pandangan lurus ke depan.

Horstmann dan rekan penulisnya, computer scientist Sebastian Loth sedang mempelajari efek ini untuk aplikasi dalam penciptaan avatar buatan saat Horstmann memandang panjang ke arah Mona Lisa dan menyadari sesuatu.

"Aku pikir, 'Tunggu, dia tidak memandangku'," katanya sebagaimana dikutip dari Live Science, Minggu (13/1/2019).

Untuk memastikan perasaan itu bukan hanya terjadi padanya, para peneliti meminta 24 orang untuk melihat gambar Mona Lisa di layar komputer. Mereka mengatur penggaris antara viewer dan layar serta meminta peserta mencatat nomor mana pada penggaris yang memotong pandangan Mona Lisa.

Untuk menguji apakah ciri-ciri lain lukisan itu membuat perbedaan dalam cara pandangan yang dirasakan viewer, para peneliti mengubah zoom pada gambar. Para peneliti mengubah apakah mata dan hidung wanita atau seluruh kepala terlihat.

Guna menghitung sudut tatapan Mona Lisa saat dia melihat ke arah penonton, mereka memindahkan penggaris lebih jauh dari atau lebih dekat ke layar. Ini memberi mereka dua poin untuk dikerjakan, sehingga memungkinkan untuk menghitung sudut.

Pandangan ke Kanan
Secara konsisten, para peneliti menemukan partisipan menilai wanita dalam potret Mona Lisa tidak menatap lurus ke arah mereka, tapi sedikit ke kanan.

"Sudut derajat Mona Lisa jelas di luar kisaran di mana Anda biasanya merasa seperti sedang dilihat," ujarnya.

Jadi, mengapa orang mengulangi kepercayaan matanya tampak mengikuti viewer? Horstmann tidak yakin. Menurutnya, mungkin saja karena orang memiliki keinginan untuk dilihat, jadi mereka pikir wanita itu menatap lurus ke arah mereka bahkan saat dia tidak melihatnya.


Editor : Dini Listiyani